KANALNEWS.co, Jakarta – Fokus Panitia penyelenggara Asian Games (INASGOC) tak hanya pada persiapan venues tapi juga pada sarana dan prasarana. Salah satunya adalah mempersiapakan Teknologi Informasi dengan menggandeng pihak ketiga.

Tak tanggung-tanggung INASGOG mengandeng SSangYong Information & communication Corporation (SICC) sebagai partner untuk masalah teknologi informasi. Perusahaan asal Korea Selatan itu sebelmnya telah bekerja sama dengan Dewan Olimpiade Asia (OCA) mulai Asian Games 1986 Seoul. Dan tercatat sebanyak 17 ajang olahraga internasional OCA telah menggunakan jasa SICC hingga Asian Games 2014 Incheon (Korea Selatan). Selain itu SICC juga pegang kendali informasi di Olimpiade London 2012 (Inggris).

“Kerjasama dengan SICC merupakan salah satu persyaratan dari OCA (Dewan Olimpiade Asia) yang juga tertuang dalam kontrak tuan rumah (HCC). Informasi yang harus disebar harus akurat. Itu penting sekali karena itu OCA perlu sistem yang telah terbukti bisa berikan informasi terbaik di Jakarta dan Palembang,” kata Deputi III Inasgoc bidang Games Supporting Anton Subowo.

Penandatanganan kesepakatan kerjasama berlangsung di lantai dasar kantor Komite Olimpiade Indonesia (KOI) oleh CEO SICC Seung-Gi Kim. Kerja sama ini dilakukan untuk membangun sistem informasi yang terintegrasi dalam penyelenggaraan Asian Games 2018. Tujuannya, informasi soal Asian Games mulai dari website hingga hasil pertandingan terbaru baik di Jakarta maupun Palembang bisa tersaji dengan cepat dan akurat.

Wakil Presiden INASGOC Gatot S Dewa Broto menjelaskan, perusahaan teknologi informasi di Indonesia tetap akan ambil bagian dalam penyajian informasi Asian Games 2018. Selain itu, kerja sama yang dilakukan itu bisa dalam hal menyiapkan koneksi internet dan juga pendayagunaan sumber daya manusia.

“IT Indonesia sebenarnya mampu handle Asian Games. Tapi kerja sama ini kan bagian dari kesepakatan dengan OCA dalam Host City Contract. Selain sistem informasi, aspek lainnya yang diamanatkan adalah sistem skoring digital cabang olahraga,” ujra Gatot yang juga menjabat sebagai Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olargara Kemenpora.

Wakil Ketua KOI Muddai Madang menjelaskan, penyiapkan sarana prasarana Asian Games 2018 dilakukan bertahap. Setelah gandeng SICC, Desember nanti akan umumkan pemegang broadcast. Dua item ini masuk dalam penunjukan langsung oleh OCA dan penyelenggara tinggal menerima saja. “Sebelum Koordinasi Komite kelima dibayarkan dana broadcasting. Saat ini dana penyiaran sebesar USD 30 juta atau senilai Rp390 Miliar sudah di Kementerian Keuangan,” ujar Muddai. (Herwan)