Nantinya di BSS tersebut para pemain bola cilik ini akan diajarkan cara bermain bola tentunya gaya permainan ala tim Brasil sesuai dengan ciri khas permainan Tim Samba yang selama ini telah dikenal seluruh dunia. Nantinya para peserta akan mendapat pengembangan ketrampilan dalam sepak bola. Di antaranya seperti passing, move to beat, juggling, turning, core skills, and shooting.
“Kurikulum yang diberikan mulai dari passing, cara mengambil bola serta juggling. Pokoknya semuanya ala Brasil. Kurikulum ini seperti yang dipakai oleh bintang asal Brasil seperti Ronaldo dan Ronaldinho,” ujar Manajer Bisnis BSS, Hari Indra Yaso kepada wartawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/6)
Pada BSS Holiday Camp yang baru pertama kali digelar di Indonesia, kata dia, akan dibagi dalam empat grup yaitu U-6, U-8, U-10 dan U-12. Masing-masing grup ini akan ditangani oleh pelatih berbeda dan pelatih tersebut telah mempunyai sertifikat kepelatihan. “Nantinya pelatih yang digunakan di even tersebut adalah pelatih lokal. Tapi, semua telah memahami kurikulum yang dipunyai oleh BSS,” kata Hari Yaso.
Namun, untuk bisa mengikuti kegiatan tersebut, anda sendiri dikenakan biaya sebesar Rp. 950 ribu. “Meski saat ini baru dipublikasikan, jumlah peserta yang telah mendaftar sebanyak 35 pemain. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah. Dan kami hanya membatasi jumlah peserta yaitu 48 pemain saja,” ujarnya.
Selain mendapatkan materi pengembangan ketrampilan, para peserta juga akan memainkan small-sided friendly games serta permainan ciri khas BSS yakni 5-aside games of Futebol de Salao. Futebol de Salao sendiri merupakan permainan untuk membangun fondasi teknik sepak bola. Pemainan ini juga dimainkan sejumlah bintang Brasil, sebut saja seperti Pele, Zico, Ronaldo, Ronaldinho, dan Robinho.
Sementara itu, pada level internasional, metode tersebut juga telah melahirkan sejumlah pemain profesional Inggris sebut saja seperti Michael Owen, Wayne Rooney, Theo Walcott, Micah Richards, dan Alex Oxlade-Chamberlain. “Inti dari permainan itu sendiri adalah untuk mengembangkan skill dribbing, passing pendek dan melatih anak-anak untuk berpikir dan mengambil keputusan cepat pada saat memegang bola,” ujar Hari Yaso menambahkan.
Sementara itu Ketua ASSBI Taufik Jursal menyambut baik BSS Holiday Camp itu Menurut dia, program pelatihan ini sangat baik untuk perkembangan pemain termasuk dalam mengarahkan pemain untuk kedepannya.
“Program ini nantinya akan digabungkan dengan kurikulum pembinaan sepak bola Indonesia yang disusun oleh Timo (Schuneman/Direktur Pembinaan Usia Dini PSSI). Istilahnya saling menutupi. Jadi ini sekaligus menyambung dari penerbitan buku Timo tentang Panduan Kurikulum Kepelatihan,” katanya dalam kesempatan tersebut.




































