Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman (dua dari kiri) menyaksikan proses hasil penandatanganan MoU antara Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Isran Noor (kiri) dengan Ketua Umum PSSI DjoharArifin Husin (ketiga dari kiri)
KANALNEWS.Co, Jakarta – PSSI akan segera menggelar turnamen sepak bola U22 antar kabupaten se-Indonesia. Hal tersebut terjadi setalah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PSSI dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) pada Rabu kemarin. Hadir dalam penandatanganan MoU tersebut, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, Ketua Umum APKASI Isran Noor, Ketua KONI Tono Suratman dan para bupati seluruh Indonesia.

“Digelarnya turnamen ini dimaksudkan untuk mempererat hubungan sesama anggota APKASI maupun peserta turnamen lainnya. Saya yakin dari turnamen ini akan menelurkan bibit potensial di sepakbola dan tentunya berguna untuk memperkuat Timnas Indonesia di masa mendatang,” kata Isran Noor di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu  siang.

Isran mengatakan turnamen bahwa turnamen itu akan digelar mulai bulan Oktober 2012 hingga April 2013 mendatang. Turnamen itu juga ditujukan untuk membantu PSSI dalam mengembangkan sepakbola di daerah, khususnya bagi pembinaan usia muda.

“Ini agar nantinya pesepakbola muda yang handal dari daerah dapat memperkuat dan mengharumkan persepakbolaan nasional di kancah internasional.  Agar MoU ini tidak hanya sebatas di atas kertas saja, namun dapat segera diimplementasikan agar turnamen ini dapat terwujud maka harus ada komitmen dari semua pihak untuk melaksanakan butir kesepakatan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Oleh karena itu Isran mengharapkan adanya dukungan penuh dari PSSI serta pihak-pihak yang terkait agar pelaksanaan turnamen ini dapat berjalan dengan lancar. “Kita sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak. Harapannya turnamen ini jadi kegiatan rutin tahunan APKASI,” ujar Isran Noor yang juga Bupati Kutai Timur ini.

Sementara itu, Djohar Arifin sendiri menyambut baik ide dari APKASI tersebut. Menurutnya turnamen ini akan memberikan manfaat besar untuk pembinaan usia dini di Indonesia. “Seperti yang kita ketahui selama ini PSSI selalu fokus dengan pembinaan di usia dini. Dengan begitu turnamen ini akan membantu pembibitan atlit sepakbola di tanah air,” ungkapnya.

Oleh karena itu pihaknya akan segera memberitahu beberapa pengurus provinsi (Pengprov) PSSI untuk melakukan sosialisasi mengenai turnamen ini agar para pemain yang mengikutinya dapat dipantau secara serius untuk kepentingan tim nasional Indonesia.

“Selama ini banyak pemain muda bagus dan memiliki bakat hebat yang tidak dapat kita pantau, karena mereka tidak bergabung dengan klub-klub resmi. Tentunya turnamen ini menjadi ide dasar untuk membangun perkembangan timnas Indonesia juga. Saya harap juga acara ini bisa dilaksanakan rutin setiap tahunnya,” kata Djohar.

Djohar juga menyampaikan bahwa mengenai mekanisme dari pelaksanaan turnamen ini akan diserahkan kepada PSSI, termasuk penyediaan perangkat pertandingan. “Untuk formatnya seperti apa itu nanti PSSI yang akan menentukannya. Perangkat pertandingan seperti wasit juga dari kita. Nanti kita ingin tahu ada berapa kabupaten yang akan ikut serta,” ujar Djohar.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman pun juga menyambut baik adanya rencana digelarnya turnamen tersebut. Namun dirinya meminta kepada para pihak yang terlibat di dalam MoU tersebut untuk melaksanakan program tersebut dengan baik.

“Tentuya kami menyambut baik adanya ide kecil ini tetapi memiliki manfaat yang sangat besar bagi bangsa dalam upaya untuk menggelar turnamen tersebut. Namun tentunya ini harus diimplementasikan secara nyata agar para pemain di daerah dapat terpantau dan tentunya demi timnas Indonesia kedepannya,” ujar Tono. Ranoe Nirawan