KANALNEWS.co, Jakarta – Ada yang istimewa dalam Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis pada tahun 2015, setelah tahun-tahun sebelumnya terpusat di Kudus Jawa Tengah, kini Bakti Olahraga Djarum Foundation melebarkan sayapnya dengan menjemput bibit-bibit pebulutangkis di 9 kota besar di Indonesia
“Salah satu pertimbangannya adalah masukan dari orang tua atlet. Mereka meminta anaknya bisa bermain maksimal tidak hanya 10 menit seperti yang dilakukan di Kudus. Jauh-jauh datang tapi hanya bermain singkat,” kata Program Director Bhakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin di Jakarta, Selasa (17/3/2015).
Pria berkacamata itu menambahkan, selain banyaknya permintaan dari orang tua, pelaksanaan audisi di sembilan Provinsi itu juga untuk memberikan kesempatan kepada banyak pemain terutama di luar Jawa untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Tujuannya hanya satu. Yaitu kualitas. Yang jelas audisi ini semuanya gratis dan siapa saja pemain usia 10-15 tahun bisa ikut berpartisipasi pada audisi ini,” katanya menambahkan.
Audisi Djarum pertama akan dilakukan di kawasan Sumatera yang berlangsung pada 8-11 April berlangsung di dua tempat yaitu GOR Cemara Asri di Medan Sumatera Utara serta GOR Dempo Jakabaring Palembang Sumatra Selatan, 8-11 April.
Kemudian untuk kawasan Jawa dan Kalimantan juga akan dilakukan serentak di dua kota pada 6-9 Mei 2015 di GOR PKPSO Kaliwates Jember Jawa Timur dan GOR Hevindo, Balikpapan (Kalimantan Timur
Setelah itu kawasan Sulawesi berlangsung pada 27-30 Mei 2015, audisi berlangsung di GOR Arie Lasut Manado Sulawesi Utara dan GOR Sudiang Makassar Sulawesi Selatan.
Setelah wilayah Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi, audisi terakhir menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah pada 10-13 Juni 2015. GOR Lidya Djalawijaya, Tasikmalaya Jawa, Jawa Barat, dan GOR Satria Purwokerto Jawa Tengah akan menjadi tuan rumah.
Dan puncaknya adalah pada 1-3 September 2015, Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis akan digelar di Kudus Jawa Tengah.
“Audisi ini akan menggunakan sistem turnamen. Pemain terbaik akan langsung bersaing lagi di Kudus. Selain itu akan ada pemain yang mendapatkan super tiket dari para legenda yang juga ikut melakukan penilaian,” katanya menegaskan.
Setelah pemain terbaik dari sembilan kota yang masing-masing kotanya diambil delapan pemain putra dan empat pemain putri itu akan kembali dinilai di Kudus. Setelah itu akan dikerucutkan antara 24-26 pemain dan selanjutnya akan mendapatkan beasiswa.
Untuk menjaring pebulutangkis muda potensial, legenda bulutangkis juga akan dilibatkan di antaranya adalah Liem Swie King, Christian Hadinata, Ivana Lie, Hariyanto Arbi, Hastomo Arbi, Kartono dalan lain-lain.
“Agar proses audisi berjalan mulus para mantan pemain tersebut akan ikut memantau, menyeleksi dan menjaring bibit pemain potensial,” tandas Yoppy.
Manajer PB Djarum Fung Permadi mengatakan, selain melihat hasil. Audisi di beberapa daerah ini juga akan dipantau secara detail postur tubuh pemain. Selain itu cara bermain serta semangat di lapangan.
“Dengan sistem turnamen akan lebih mudah memantaunya. Kami berharap semua pemain yang ikut audisi betul-betul memanfaatkan kesempatan ini,” katanya.
Pada audisi tahun ini, PB Djarum terus fokus dalam memantau perkembangan atlet tunggal putra. Hal ini dilakukan demi mendapatkan pemain terbaik karena saat ini Indonesia mengalami krisis pemain setelah era Taufik Hidayat.
Editor : Herwan Pebriansyah


































