Foto ist

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Langit Kalimantan Barat berubah menjadi saksi bisu tragedi memilukan. Helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air yang jatuh di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, akhirnya mengungkap kenyataan pahit, tak satu pun nyawa berhasil diselamatkan.

Hingga Jumat (17/4) dini hari WIB, tim SAR gabungan memastikan seluruh delapan orang di dalam helikopter telah ditemukan, semuanya dalam kondisi meninggal dunia. Lima korban berhasil dievakuasi lebih dulu. Sementara itu, tiga lainnya masih terperangkap di dalam puing-puing badan helikopter yang hancur.

Tim penyelamat berpacu dengan waktu, berjuang menembus medan ekstrem demi mengevakuasi mereka.

“Total delapan penumpang sudah ditemukan, semuanya dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sekadau, Iptu Zainal Abidin, yang turun langsung ke lokasi pencarian.

Upaya evakuasi bukan tanpa hambatan. Tebing curam, akses terbatas, serta posisi bangkai helikopter yang sulit dijangkau memaksa tim gabungan, terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, dan unsur lainnya bekerja ekstra keras.

Peralatan khusus bahkan harus digunakan untuk memotong badan helikopter demi menjangkau korban yang terjebak di dalamnya.

Operasi sempat dihentikan sementara karena kondisi yang tidak memungkinkan. Namun tekad tak surut. Pagi hari berikutnya, pencarian dan evakuasi kembali dilanjutkan.

Helikopter nahas itu mengangkut delapan orang, terdiri dari dua kruCapt. Marindra W (pilot) dan Harun Arasyid (EOB), serta enam penumpang: Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito. (ads)