KANALNEWS.Co., Miri – Sebanyak sebelas personel kepolisian Malaysia terancam dipecatmenyusul tuduhan terluibat dalma tindakan perkosaan terhadap tahanan perempuan di Miri, Sarawak.

Direktur Bagian Integritas dan Kepatutan Kepolisan Bukit Aman, Datuk Zamri Yahya menyebut pihaknya tengah menyelidiki kasus yang melibatkan personel kepolisian ini.

“Selain tuntutan pidana kepada dua personal, kami juga akan mengambil tindakan kepada 11 anggota senior dan yunior yang terlibat karena mengabaikan tugas mereka,” demikian pernyataan tertulis kepolisian, Senin (15/02/2021).

Pada 9 Februari lalu, dua personel polisi menyatakan tidak bersalah atas tuduhan melanggar UU Perlindungan Anak 2001 atas tuduhan melakukan tindak perkosaan di runah tahanan polisi pada 9 Januari lalu.

Pada 8 Februari, kepala polisi Sarawak, Datuk Aidi Ismail kedua personel polisi yang tengah diperiksa dalam kasus ini sduah menjalani skors.

Namun ia menyebut CCTV yang ada di TKP tidak merekam peristiwa yang terjadi saat itu, apalagi tindak pidana tersebut terjadi di toilet yang tertunya tidak tersedia CCTV.

Korban perkosaan merupakan tersangka yang ditangkap karena terlibat dalam perjudian ilegal di rumah makan tempatnya bekerja. Ia ditempatkan di ruang terpisah dengan 12 tersangka pria, namun ruang tahanan pria terbut dalam kondisi tdiak terkunci.

Korban juga menyebut bahwa ia dibawa dari ruang tahanan pada pukul 4 pagi dan dibawa ke toilet di mana tidnak pidana terbut terjadi. (tjahjo/thestar)