SUMENEP – Warga Dusun Marang, Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, masih menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau. Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini menyiapkan langkah lanjutan, termasuk mengkaji pembangunan sumur bor yang ditargetkan dapat direalisasikan pada awal 2027.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau penyaluran bantuan air bersih bagi warga setempat pada Rabu (14/10/2026). Bantuan tersebut menjadi penanganan darurat untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga, sembari mencari solusi agar warga tidak terus bergantung pada distribusi air setiap musim kemarau.

Khofifah mengatakan, pembangunan sumur bor menjadi salah satu opsi yang akan dikaji dengan mempertimbangkan kondisi wilayah dan kelayakan teknis. Jika memungkinkan, pengerjaan diupayakan sebelum musim kemarau tahun depan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Dusun Marang, Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Rabu (14/10/2026).

70 Desa di Sumenep Terdampak Kekeringan

Persoalan air bersih di Sumenep tidak hanya terjadi di Dusun Marang. Berdasarkan data dalam keterangan Pemprov Jatim, kekeringan berdampak pada 70 desa dengan total 271.017 jiwa.

Khusus di Dusun Marang, sebanyak 595 jiwa turut mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Kondisi ini membuat distribusi air menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi masyarakat.

Pemprov Jatim mengalokasikan bantuan senilai Rp130 juta untuk mendukung penanganan kekeringan di Kabupaten Sumenep. Bantuan tersebut mencakup sarana penunjang distribusi dan penyimpanan air, berupa 540 jeriken berkapasitas 15 liter, 90 tandon air berkapasitas 1.200 liter, serta 200 lembar terpal.

Sementara itu, untuk warga Dusun Marang, bantuan yang disalurkan meliputi dua truk tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter, tiga tandon air, dua tandon lipat, dan 150 jeriken.

Khofifah menyebut Sumenep sebagai salah satu dari 25 kabupaten di Jawa Timur yang menetapkan status darurat kekeringan.

“Kabupaten Sumenep ini jadi salah satu dari 25 kabupaten yang mengeluarkan status darurat kekeringan. Hari ini di Desa Marang kita dropping air bersih, ada dua truk tangki dan 13 unit tandon air,” ujarnya.

Sumur Bor Dikaji untuk Solusi Jangka Panjang

Distribusi air bersih membantu memenuhi kebutuhan warga dalam jangka pendek. Namun, langkah tersebut belum menyelesaikan persoalan ketersediaan air yang berulang ketika musim kemarau tiba.

Karena itu, Pemprov Jatim mempertimbangkan pembangunan sumur bor sebagai salah satu alternatif penanganan jangka panjang. Rencana ini akan didahului identifikasi kebutuhan warga, kondisi sumber air, dan kelayakan teknis lokasi.

“Kita identifikasi, kalau ada opsi sumur bor akan kita upayakan. Kalau memang memungkinkan, kita sediakan di awal 2027, sebelum musim kemarau tahun depan kami upayakan,” kata Khofifah.

Rencana tersebut juga akan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. Koordinasi diperlukan untuk memetakan kebutuhan di lapangan dan menentukan bentuk penanganan yang memungkinkan dilakukan.

Meski demikian, pembangunan sumur bor belum dapat dipastikan karena masih bergantung pada hasil identifikasi dan kajian teknis. Target awal 2027 merupakan rencana yang disampaikan gubernur, bukan kepastian bahwa fasilitas tersebut sudah akan beroperasi pada periode itu.

Khofifah Indar Parawansa bersama petugas dan warga saat proses penyaluran air bersih di Dusun Marang, Kabupaten Sumenep. Bantuan ini menjadi langkah darurat di tengah dampak kekeringan yang dialami masyarakat.

Warga Berharap Tak Lagi Kesulitan Air Setiap Kemarau

Bagi warga Dusun Marang, bantuan air bersih menjadi penopang kebutuhan sehari-hari ketika sumber air sulit diperoleh. Warga setempat, Sudi, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.

Ia mengatakan, kekurangan air bersih merupakan persoalan yang berulang setiap musim kemarau. Karena itu, warga berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang lebih permanen.

“Alhamdulillah, sangat senang mendapat bantuan air bersih ini. Setiap tahun saat musim kemarau, kami pasti kekurangan air bersih,” ujar Sudi.

Ia berharap rencana pembangunan sumur bor dapat segera ditindaklanjuti agar warga memiliki akses air bersih yang lebih mudah tanpa harus terus menunggu bantuan distribusi.

“Semoga segera ada pengeboran karena tiap tahun saat musim kemarau pasti di sini kekurangan air bersih. Kami berharap banyak pada Ibu Gubernur,” pungkasnya.

Bagi masyarakat Dusun Marang, tantangan berikutnya bukan hanya memastikan pasokan air tersedia saat ini, melainkan mendapatkan sumber air yang dapat diandalkan ketika musim kemarau kembali datang.