SURABAYA – Pergantian pucuk pimpinan Polda Jawa Timur menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara kepolisian dan pemerintah daerah. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat berlanjut bersama Kapolda Jatim yang baru, Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono.
Harapan itu disampaikan Khofifah saat menghadiri acara kenal pamit Kapolda Jatim di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (13/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan terima kasih kepada Irjen Pol. Nanang Avianto atas pengabdiannya sekaligus menyambut kepemimpinan Dekananto.
Menurut Khofifah, stabilitas keamanan menjadi salah satu faktor penting agar aktivitas masyarakat berjalan lancar dan pembangunan daerah dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Khofifah Apresiasi Pengabdian Nanang Avianto
Khofifah mengapresiasi kerja sama dengan Nanang selama menjabat sebagai Kapolda Jatim sejak Maret 2025. Ia menyebut Nanang memiliki kedekatan dengan Jawa Timur karena lahir di Malang.
Meski hanya sekitar satu tahun tujuh bulan bertugas di Jawa Timur, Khofifah menilai koordinasi antara Pemprov Jatim dan Polda Jatim selama kepemimpinan Nanang telah berjalan dengan baik.
“Beliau lahir di Malang, jadi sebenarnya beliau adalah putra terbaik daerah. Memang sebelumnya menjadi Kapolda di provinsi-provinsi lain, tapi ternyata tahun lalu kembali ke rumah di Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Ia juga menyinggung situasi keamanan pada Agustus 2025, ketika sejumlah daerah di Indonesia menghadapi kerusuhan. Menurut Khofifah, koordinasi saat itu diperlukan agar situasi di Jawa Timur tidak berlarut-larut.
“Atas pengabdian tersebut, kami tentu merasa kehilangan karena ternyata pertemuan kita sudah di penghujung. Tapi saya mewakili rakyat Jawa Timur senantiasa berdoa agar Pak Irjen Nanang bisa mencapai lebih banyak prestasi di tempat baru,” katanya.
Khofifah berharap pengalaman Nanang selama bertugas di Jawa Timur menjadi bekal untuk melanjutkan pengabdian di tempat penugasan berikutnya.
Kapolda Baru Diharapkan Lanjutkan Kolaborasi
Dalam kesempatan yang sama, Khofifah menyampaikan selamat datang kepada Dekananto. Ia berharap hubungan kerja antara Pemprov Jatim dan Polda Jatim dapat terus diperkuat.
Menurutnya, Dekananto juga memiliki ikatan dengan Jawa Timur. Perwira tinggi Polri tersebut lahir di Bojonegoro dan pernah bertugas di wilayah Jawa Timur sebelum mendapat penugasan di daerah lain.
“Selamat datang kembali di Jawa Timur, Pak Irjen. Beliau ini adalah putra Jawa Timur yang lahir di Bojonegoro dan pernah bertugas di Jawa Timur. Lalu beliau bertugas di berbagai daerah sebelum akhirnya pulang ke rumah,” kata Khofifah.
Ia menambahkan, pemerintah daerah dan kepolisian perlu terus bekerja bersama dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung berbagai program pembangunan.

Nanang Berpesan agar Jajaran Mendukung Kapolda Baru
Nanang menyampaikan terima kasih kepada Khofifah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat Jawa Timur atas dukungan selama dirinya menjabat sebagai Kapolda.
Ia menyebut penugasan di Jawa Timur sebagai amanah sekaligus kebanggaan, terlebih dirinya merupakan putra daerah yang merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap tanah kelahirannya.
“Sebagai warga yang lahir di Jawa Timur, harus bisa menjaga Jawa Timur. Kita punya tanggung jawab moral luar biasa untuk daerah,” ujarnya.
Nanang juga berpesan kepada jajaran Polda Jatim agar memberikan dukungan penuh kepada pemimpin yang baru. Ia menekankan pentingnya komitmen dan keikhlasan dalam menjalankan tugas.
“Saya berpesan untuk bisa memberikan yang terbaik, dukung Pak Kapolda baru sepenuh hati, dan penuh keikhlasan. Kata kuncinya itu. Tidak ada yang berat kalau sepenuh hati,” katanya.
Dekananto Siap Lanjutkan Kepemimpinan
Sementara itu, Dekananto menyampaikan terima kasih atas sambutan dari Forkopimda dan masyarakat Jawa Timur. Ia berharap dapat melanjutkan kepemimpinan Nanang serta menjaga sinergi yang telah terbangun.
Dekananto juga mengapresiasi capaian Polda Jatim di bawah kepemimpinan pendahulunya, khususnya dalam inovasi, prestasi, penegakan hukum, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Mudah-mudahan saya bisa melanjutkan kepemimpinan beliau sebelumnya untuk menjaga sinergitas, serta membawa keamanan, ketertiban, kemakmuran, dan kesejahteraan yang lebih maju bagi masyarakat Jawa Timur,” tuturnya.
Sebelum menjabat Kapolda Jatim, Dekananto bertugas sebagai Wakapolda Metro Jaya. Ia juga pernah mengemban sejumlah jabatan kewilayahan, termasuk Kapolres Tabanan di Bali.
Adapun Nanang mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I di Sespim Lemdiklat Polri pada awal Oktober 2026. Sebelumnya, ia pernah menjabat Kapolda Kalimantan Tengah dan Kapolda Kalimantan Timur.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi awal bagi jajaran Polda Jatim untuk melanjutkan agenda pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Bagi Pemprov Jatim, koordinasi dengan kepolisian tetap menjadi bagian penting untuk menjaga aktivitas masyarakat dan mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.









































