KANALNEWS.co, Mamuju –  Andi Ibrahim Masdar (AIM) yang merupa

kan politisi Partai Golkar,   optimis  menggunakan partai berambang pohon beringing  pada pemilihan kepala daerah bupati dan wakil bupati di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat pada 2013.

“Mekanisme penjaringan calon bupati di Partai Golkar tetap melalui tahapan survei. Meski begitu, survei partai Golkar tidak akan ke mana-mana karena saat ini pun tingkat keterpilihan saya melampaui kandidat lain,” kata Ibrahim Masdar di Mamuju, Senin.

AIM yang juga ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Polman ini mengatakan, hasil survei sementara ini telah menunjukkan tingkat popularitas dirinya cukup bagus di antara nama-nama kandidat cabup lainnya.

“Banyak kandidat cabup mulai bermunculan jelang Pilkada Polman. Satu hal yang menggembirakan karena perbandingan survei menempatkan saya di atas angka 40 persen,” ujar AIM tanpa menyebut lembaga survei yang dimaksud.

AIM yang juga anggota DPRD Sulbar dua periode ini menyampaikan, dukungan teman-teman pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai Golkar yang tersebar pada 17 kecamatan, juga tetap solid.

“Dukungan teman-teman DPC juga masih sangat solid. Mereka mengharapkan saya tetap maju bertarung selaku kandidat bupati. Ini tentu motivasi besar bagi saya untuk bertarung di Pilkada Polman,” kata dia.

Sebelumnya, ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulbar, Hamid, menyampaikan, partai itu tetap mengutamakan kader di Pilkada Polman.

Ia menyampaikan, salah satu kader terbaik partai Golkar di Polman saat ini adalah AIM yang juga merupakan ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Polman.

“Sebanyak 17 Dewan Pimpinan cabang (DPC) Partai Golkar Kabupaten Polman telah memberikan dukungan politik agar pak Andi Ibrahim Masdar yang juga saudara bupati Polman, Ali Baal Masdar, ikut bertarung memperebutkan kursi nomor wahid di daerah itu,” kata Hamid.

Hamid menyampaikan, teman-teman pengurus partai dari kecamatan hanya mendukung kepada Ibrahim Masdar berkompetisi pada pesta demokrasi lima tahunan di daerah itu.

“Pak Ibrahim memiliki kans besar untuk mendulang suara terbanyak di Pilkada Polman. Apalagi, pejabat bupati dua periode itu dipastikan tidak akan bertarung di Pilkada karena terbentur aturan,” katannya. (antara)