Salah satu peserta Liga BLiSPI Kemenpora. Foto: tangkapan layar baraberita.com

KUNINGAN, Kanalnews.co,- Kapolres Kuningan AKBP. Lukman Syafri Dandel Malik membubarkan pertandingan sepak bola Liga Pelajar Nasional 2020 yang diselenggarakan Badan Liga Pelajar Indonesia (Blispi) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI di Lapangan Windusengkahan, Kuningan, Sabtu (12/12).

Dari data yang didapatkan, pertandingan tersebut sebenarnya bukan digelar di Kuningan, tetapi dijadwalkan dilaksanakan di Cirebon. Namun, mendadak panitia mengubah lokasi babak penyisihan Liga Pelajar yang disebut ada hubungannya dengan Kemenpora tersebut.

Sempat terjadi perdebatan antara panitia dan pihak kepolisian, karena tiba-tiba laga dihentikan. Tak hanya itu, pihak panitia juga sempat ngotot menegaskan bahwa mereka tidak bersalah dan memastikan pertandingan yang digelar tersebut sebagai ajang silahturahmi.

Tak mau ribut berkepanjangan, Kapolres Kuningan AKBP. Lukman Syafri Dandel Malik langsung meminta seluruh panitia untuk diperiksa ke Mapolres Kuningan saat itu juga sehingga bisa jelas permasalahannya. Sampai saat ini, proses pemeriksaan masih berjalan.

Sementara itu, salah satu pengurus SSB Telkom Makassar, Rukiyah, menegaskan kekecewaannya terhadap panitia Liga Pelajar BLisPI Kemenpora ini. Dia sempat protes karena mendadak lokasi pertandingan dipindahkan. Padahal, awalnya dari tempatnya menginap ke lokasi laga tak membutuhkan waktu 30 menit, namun karena dipindah ke Kuningan, perjalanan hampir dua jam.

“Kami semuanya bayar sendiri, biasanya kan kalau nasional seperti ini ada biaya dari kementerian ya, tetapi kami bayar semua sendiri. Karena itu saat ada seperti ini, kami tentu mempertanyakan panitia,” ucapnya.

Di sisi lain, Ketua Askab PSSI Kuningan Udin Kusnedi mengaku juga terkejut karena tiba-tiba ada agenda pertandingan tersebut. Harusnya, kata dia, final yang dihelat di sini, namun dijalankan dengan protokol yang ketat dan mendapatkan izin.

“Saya juga bingung, banyak yang menanyakan itu. Yang saya tahu awalnya kan finalnya di Kuningan, dengan syarat panitia menempuh izin dan tidak ada penonton, tetapi ini kok tiba-tiba sudah main di Kuningan,” tuturnya.