KANALNEWS.co, Pontianak – Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Penyu yang saat ini telah menuju Pelabuhan Dwikora Pontianak Kalimantan Barat dari Surabaya dan diperkirakan angkat mengangkut warga eks Gafatar yang saat ini ditampung di Bekangdam XII Tanjungpura untuk terakhir kalinya.
“KRI Teluk Penyu sudah berangkat dari Surabaya untuk membawa atau pengangkutan terakhir sekitar 800 lebih warga eks Gafatar yang diperkirakan Kamis besok tiba di Pontianak, sehingga diperkirakan Jumat (29/1) sudah bisa berangkat lagi,” kata Kapendam XII Tanjungpura Kelonel (Inf) Mukhlis di Pontianak, Rabu (27/1/2016).
Sebelumnya sebanyak 823 warga eks Gafatar telah dipulangkan dengan menggunakan KRI Teluk Bone dari Pelabuhan Dwikora Pontianak menuju Jakarta dan malamnya, sekitar 23.15 WIB, 161 warga eks Gafatar yang juga ditampung di Bekangdam XII Tanjungpura dipulangkan menggunakan maskapai Lion Air tujuan Jakarta, kata Mukhlis.
“Kami berharap ini angkutan terakhir karena rata-rata warga eks Gafatar di kabupaten-kabupaten Kalbar sudah pada dipulangkan semuanya ke tempat asal mereka sehingga kami mengharapkan KRI Teluk Penyu bisa mengangkut semua warga eks Gafatar tersebut,” katanya lebih lanjut.
Meskipun dari laporan dari daerah-daerah rata-rata warga eks Gafatar yang di kabupaten-kabupaten sudah tidak ada, tetapi tetap masih didata untuk mengantisipasi kalau masih ada yang tertinggal.
Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya menyatakan akan mendata dulu aset-aset warga eks Gafatar sebelum dikirim ke pemilik aset.
“Karena aset tersebut, kami inginkan tetap menjadi hak mereka,” tegas Christiandy.
Dia menepis anggapan bahwa pemulangan warga eks Gafatar ini melanggar HAM. “Kami melihat dari upaya yang dilakukan justru menjaga keamanan mereka, sehingga ini dinilai langkah yang terbaik. Dan kami sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.” (Setiawan)
































