KANALNEWS.co, Ambon – Bencana tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kota Ambon Maluku akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi sejak Minggu(16/7) malam, namun dalam peristiwa alam yang merugikan secara materi itu tidak ada korban jiwa.
Longsor menerpa salah satu rumah di kawasan Batugong, Kecamatan Baguala sehingga bangunannya terancam roboh dan para tetangga membantu mengevakuasi anggota keluarga pemilik rumah ke tetanga serta menyelamatkan barang-barang yang tidak tertimbun material.
Longsor juga terjadi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, kawasan Desa Batu Merah Atas, Kecamatan Sirimau. Sejumlah personel polisi lalu lintas turun untuk memangkas pohon yang tumbang sambil mengeruk tanah. Sebagai akibatnya, aktivitas lalu lintas kurang lancar dan sedimen mengalir ke dataran rendah di Desa Batumerah sehingga warga setempat bergotong royong membersihkannya.
Selain itu, longsor juga terjadi di belakang SMP Alwatang di kawasan Gunung Malintang, Kecamatan Sirimau karena talud roboh. Bencana itu terjadi di Batu Kantong, Kecamatan Nusaniwe serta Desa Naku maupun Kilang, Kecamatan Leitimur Selatan.
Kemudian pagar Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IX/Ambon di Desa Halong, Kecamatan Baguala sekitar 5 meter roboh dalam peristiwa itu.
Hujan yang mengguyur Kota Ambon itu mengakibatkan sejumlah kawasan terendam banjir, seperti di Tanah Tinggi dan Kadewatan, Kecamatan Sirimau. Warga berusaha mengangkat barang-barang di rumahnya ke tempat lebih tinggi agar tidak terendam banjir.
Kepala BPBD Kota Ambon Rico Matitaputty mengakui longsor terjadi hampir di semua kecamatan di daerah itu.
“Saya sedang berada di SMP Alwatang karena talud pengaman roboh sehingga perlu memantau penanganan tanggap darurat,” ujarnya.
Menurutnya, dampak longsor maupun banjir sedang didata staf karena peristiwa itu terjadi di sebagian besar wilayah Kota Ambon. (Setiawan)









































