KANALNEWS.co, Jakarta – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang biasa disapa Ahok meminta tidak ada lagi warga yang tinggal di sepanjang kawasan bantaran kali atau waduk yang ada di seluruh wilayah ibu kota.
“Kita sudah berulang-ulang kali memberikan pemahaman kepada masyarakat supaya tidak ada lagi warga yang tinggal di bantaran kali atau waduk karena berbahaya,” kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2014).
Bangunan-bangunan yang berdiri di sepanjang bantaran sungai, menurut Ahok dapat menyumbat aliran sungai, sehingga saat sungai meluap, terjadilah banjir.
“Rumah-rumah yang ada di pinggir kali itu tidak bagus karena bisa menyumbat jalannya aliran sungai. Akibat, saat hujan deras dan air sungai meluap, airnya tidak bisa mengalir ke mana-mana,” ujarnya lebih lanjut.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menurutnya terus melakukan pendekatan kepada masyarakat agar tidak membangun hunian di pinggir kali dan Ia mengaku telah memerintahkan seluruh camat dan lurah agar bekerja bakti dengan warga untuk membersihkan saluran-saluran kecil.
“Saluran-saluran kecil itu kan biasanya banyak sekali yang mampet (tersumbat) karena sampah dan lain-lain. Makanya, kita minta camat, lurah dan warga untuk membersihkannya,” tutur Ahok.
Dia mengungkapkan saluran-saluran kecil itu memiliki peran yang sangat penting, terutama saat musim hujan. Maka dari itu, tidak boleh sampai tersumbat.
“Karena saluran-saluran kecil itu lah yang berfungsi mengalirkan air sungai yang meluap ke waduk. Kalau sampai mampet, maka airnya tidak akan bisa mengalir kemana-mana,” ungkap Ahok. (Herwan)




































