Foto Okezone

Kanalnews.co, JAKARTA– Isak tangis Putri Candrawathi di persidangan menimbulkan pertanyaan. Ayah mendiang Brigadir Yosua, Samuel Hutabarat menyakini Putri sedang menjalankan perannya sebagai pembohong.

Putri Candrawathi sebelumnya menangis terisak ketika menceritakan detik-detik kejadian pelecehan seksual yang diklaim dilakukan oleh Brigadir J. Kejadian itu berlangsung di Magelang, Jawa Tengah pada 7 Juli lalu.

“Mereka menangis hanya untuk menutupi kebohongan,” kata Samuel.

“Kesaksian mereka, mulai dari soal di Duren Tiga, penuh kebohongan. Berarti tidak ada kebenaran di dalamnya. Lalu, buka skenario baru lagi di Magelang. Itu yang selalu didengungkan orang-orang itu. Kita sama-sama tahu,” ujarnya.

Tuduhan Brigadir Yosua, menurut Samuel hanya alibi untuk menutupi kejahatan yang sudah dilakukan. Sebab, sejauh ini tidak ada bukti apapun terkait pemerkosaan tersebut.

“Hanya berkata Putri diperkosa dan dibanting. Tapi tidak ada visum, yang artinya bohong. Kalau memang diperkosa di Magelang, kok sebelumnya tidak lapor polisi? Tidak lapor sama suami? Alasannya tidak masuk akal,” katanya.

Untuk itu, Samuel berharap majelis hakim segera memutuskan hukuman yang tepat kepada Ferdy Sambo dkk. Tak hanya Putri Candrawathi, tetapi juga Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf.

“Sudah selayaknya diterapkan pasal tersebut. Kita serahkan dengan hakim yang mulia. Kita mohon hukum sesuai dengan perbuatan mereka,” tegasnya.