Foto Antara

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Nama Ali Mochtar Ngabalin Tenaga Ahli Utama KSP belakangan ramai diperbincangan usai videonya mempromosikan rokok buatan Pondok Pesantren Shiddiqiyyah viral di media sosial. Ngabalin menegaskan video tersebut adalah video lama.

Dalam video yang beredar, Ngabalin menunjukkan bungkus rokok berwarna cokelat tersebut. Dia juga sempat mengisap rokok dan menyampaikan testimoninya.

“Rokok sehat tentram untuk Indonesia raya. Ente baca dong di sini, ini racikan anak negeri dari Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Jombang,” kata Ngabalin dalam video tersebut.

Ngabalin menjelaskan video itu dibuatnya sudah lama. Ia mengaku tidak kenal pengurus atau orang-orang yang ada di Ponpes Shiddiqiyyah tersebut.

“Ini video lama, tiga tahun lalu. Saya tidak tahu siapa-siapa yang ada di situ. Cuma namanya pesantren, ada satu pesantren bisa membuat semacam home industri, membuat rokok,” kata Ngabalin.

“Coba (rokoknya), wah enak ini rokok. Sudah, langsung sambil ngomong begitu. ‘Wah, pasti temen-temen pondok senang’,” katanya.

“Tidak ada satu orang pun saya kenal di sana,” katanya.

Nama Ponpes Shiddiqiyyah belakangan ramai menjadi buah bibir karena kasus pencabulan terhadap santriwati yang dilakukan oleh anak kiai pendiri Ponpes tersebut, MSAT. Kini, pria 42 tahun itu telah diamankan kepolisian.

Ngabalin mendukung proses hukum yang telah ditetapkan. Siapapun sama di mata hukum.

“Tidak ada seorang pun yang kebal hukum, proses hukum. Hukum jadi panglima,” Ngabalin menambahkan. (ads)