
Kanalnews.co, JAKARTA– Peluang duet Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok di Pilgub DKI Jakarta menjadi perbincangan. Jubir PKS Muhammad Iqbal menilai wacana Anies-Ahok sangat mustahil.
Salah satu faktor keduanya mustahil bersatu, menurut Iqbal karena mantan gubernur tidak dibolehkan untuk mencalonkan diri sebagai wakil gubernur dalam daerah yang sama. Hal itu sesuai aturan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada Pasal 7 ayat (2).
“Duet Anies-Ahok mustahil dilakukan, karena tidak boleh kan aturan bahwa pernah jadi gubernur nyalon jadi wakil gubernur,” kata Iqbal kepada wartawan, Sabtu (11/5/2024).
Menurutnya wacana duet Anies dan Ahok tidak pernah dibahas dalam internal partainya. Iqbal justru berharap Anies bisa berdampingan dengan kader partainya.
“Karenanya di PKS tidak pernah ada dalam pembahasan dan pembicaraan pimpinan,” katanya.
“Kalau Anies maju sebagai gubernur PKS berharap wakilnya dari kader PKS,” imbuhnya.
Sebelumnya, Rektor Universitas Paramadina, Didik J Rachbini, bicara peluang duet Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2024. Menurut Didik, menyatukan Anies-Ahok di Pilgub Jakarta merupakan eksperimen berani.
Ia menilai ada beberapa faktor keduanya bisa bersatu. Pertama, Anies seorang yang religius tetapi tidak radikal seperti yang dipersepsikan ketika hadir dalam Pilgub Jakarta 2017. Kedua, menurut Didik sosok Ahok temparamental, yang kadang-kadang tabu di dalam politik.
Namun ia menilai Ahok adalah seorang yang nasionalis dilihat dari sejarah karir politiknya. Ketiga, tidak ada lagi faktor pendorong keduanya ke arah radikal, karena Anies dinilai sudah bisa tampil di dalam pilpres dengan citra nasionalis religius. Keempat, Ahok juga dinilai akan bisa diterima publik. (ads)


































