Foto ist

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Aktivitas Gunung Dukono kembali memanas. Gunung api di Halmahera Utara itu dua kali memuntahkan abu vulkanik hanya dalam rentang kurang dari dua jam pada Senin pagi (11/5), menandakan erupsi masih terus berlangsung.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, letusan pertama terjadi pada pukul 06.30 WIT. Saat itu, kolom abu membumbung hingga sekitar 2.700 meter di atas puncak atau mencapai 3.787 meter di atas permukaan laut.

Asap pekat berwarna kelabu hingga hitam terlihat mengarah ke utara, dengan intensitas tebal.

Belum lama berselang, Gunung Dukono kembali meletus pada pukul 08.14 WIT. Dalam erupsi kedua ini, tinggi kolom abu tercatat sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 3.087 meter di atas permukaan laut.

Kali ini, abu vulkanik tampak berwarna putih hingga kelabu dan bergerak ke arah utara serta timur laut.

Meski tinggi kolom abu pada letusan kedua sedikit menurun, aktivitas vulkanik belum menunjukkan tanda mereda. Hingga laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.

Perkembangan ini menambah kekhawatiran publik setelah tragedi beberapa hari sebelumnya. Pada 8 Mei lalu, erupsi Gunung Dukono menelan tiga korban jiwa, terdiri dari dua warga Singapura dan satu warga negara Indonesia.

Dua korban asal Singapura, Heng Wen Qiang Timothy dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid, ditemukan tim SAR pada Minggu (10/5) sekitar 13 meter di utara bibir kawah.

Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, mengungkapkan keduanya ditemukan di satu titik, terhimpit batu besar, dalam kondisi tubuh sudah tidak utuh.

“Kedua korban berada dalam satu titik dengan posisi terhimpit batu besar. Keduanya saling berpelukan dan kondisi tubuh sudah tidak utuh,” ungkap Iwan.

Setelah seluruh korban ditemukan dan dievakuasi, operasi pencarian resmi dihentikan. (ads)