Foto Antara

Kanalnews.co, JAKARTA- Ojek online akan menggelar aksi demontrasi besar bersama mahasiswa di DPR pada Rabu (17/9). Mereka mengingatkan bahaya potensi aksi kericuhan yang terjadi di Nepal jika pemerintah tidak mendengarkan tuntutan masyarakat.

“Hal yang sama dapat saja terjadi di Indonesia. Ada api dalam sekam yang suatu saat akan membesar bahkan meledak mengancam pemerintahan dan para pejabat yang dinilai korup tidak pro kepada rakyat dengan perilaku dan kebijakan-kebijakan yang mengedepan pengusaha,” kata Igun Wicaksono, Ketua Umum Garda Indonesia.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah mencopot menteri yang tidak pro terhadap rakyat. Salah satunya yang dirasakan oleh ojol terhadap menteri perhubungan Dudy Purwaghandi.

“Garda ingatkan jangan sampai tragedi perlawanan rakyat seperti di Nepal terjadi di Indonesia. sebelum terlambat Garda minta kepada Presiden Prabowo, copot semua menteri yang tidak pro kepada rakyat atau rakyat akan melawan seperti yang terjadi di Nepal, sekali lagi kami ingatkan dan atas nama Garda resmi menuntut Presiden Prabowo agar segera mencopot Menteri Perhubungan, Dudy Purwaghandi,” ujar Igun.

Tuntutan ojol ke pemerintah:

1. RUU Transportasi Online segera masukan dalam Prolegnas,
2. Potongan Aplikator 10 persen tidak bisa ditawar lagi
3. Regulasi tarif antaran barang dan makanan
4. Audit investigatif potongan 5 persen hak ojol yang telah diambil oleh aplikator
5. Hapuskan semua program aplikator yang merugikan ojol seperti aceng, slot, multi order, member berbayar dll
6. Ganti Menteri Perhubungan yang pro kepada Rakyat
7. Kapolri usut tuntas tragedi 28 Agustus 2025 yang telah menyebabkan jatuhnya dua korban jiwa dari pengemudi ojol Affan Kurniawan
(21) di Jakarta dan Rusdamdiyansah (26) di Makassar.