Foto PSSI

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Penggawa Timnas Indonesia Marc Klok mengungkapkan cerita dirinya pernah berkonflik dengan pelatih Shin Tae-yong. Bahkan, ia menyebut pelatih asal Korea Selatan itu sebagai seorang diktator.

PSSI telah memecat Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia sejak 6 Januari 2025. Kontraknya yang selesai pada 2027 selesai lebih awal.

Ketum PSSI Erick Thohir mengungkapkan alasannya memecat Shin Tae-yong lantaran kendala bahasa dan munculnya dinamika di ruang ganti. Kini, PSSI telah menunjuk Patrick Kluivert, pelatih asal Belanda.

Keputusan PSSI tersebut menuai kritik. Tak sedikit, bahkan menolak kehadiran Kluivert.

Marc Klok pernah menjadi bagian skuat Timnas Indonesia di bawah Shin Tae-yong. Dalam catatan Transfermarkt, dia bermain sebanyak 19 kali di dengan sumbangan empat gol dan satu assist.

Ia dipanggil membela Timnas Indonesia terakhir kali saat Piala Asia 2023, awal tahun 2024. Sebelumnya, ia menjadi andalan di Piala AFF 2022 dan Kualifikasi Piala Asia 2023.

Setelah itu, Marc Klok tersingkir dari timnas Indonesia hingga saat ini.

“Dia (Shin Tae-yong) sungguh-sungguh seorang diktator. Dan posisinya di atas seluruh tim,” ujar Marc Klok dilansir ESPN Belanda atauĀ EPSN NL.

“Agak ambivalen. Di satu sisi, negara ini memberi pujian sepenuhnya untuk Shin Tae-yong, yang telah berada di sana selama sekitar lima tahun. Pemecatannya mengejutkan masyarakat Tanah Air. Dia telah mencapai sesuatu untuk pengembangan para pemain dan negara,” lanjutnya.

Penggawa Persib Bandung itu mengakui kendala bahasa menjadi masalah di dalam tim. Kondisi itu membuat pemain diaspora jengkel.

“Kendala bahasa menjadi kendala pelatih nasional sebelumnya, yang membuat banyak pemain jengkel. Itu yang menyebabkan ketegangan,” kata Klok.

“Saya punya konflik dengan pelatih nasional sebelumnya. Itu pintu keluar (dari tim nasional) untuk saya,” tambahnya. (pht)