Foto ist

Kanalnews.co, JAKARTA– Pemakaian rompi bertuliskan ‘Anak Mulyono’ oleh Kaesang Pangarep memantik berbagai reaksi dari publik. Partai Demokrat menilai hal itu sebagai cara Kaesang merespons kritik.

“Kami menilai terkait Mas Kaesang yang mengenakan rompi ‘Putra Mulyono’ saat blusukan ke Tangerang merupakan cara kreatif dan santai Mas Kaesang dalam merespons berbagai kritik yang ditujukan kepada Pak Jokowi, utamanya di media sosial yang kerap menggunakan nama Mulyono, nama Pak Jokowi waktu kecil,” kata Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani.

Sikap Kaesang tersebut, lanjut Kamhar menunjukkan kebesaran jiwa menanggapi kritik yang bersifat tendensius.

“Sejatinya respons santai atas kritik, apalagi yang memiliki muatan tendensius menunjukkan bentuk kebesaran jiwa. Termasuk jika kemudian kritik itu dijadikan semacam lelucon untuk menetralisir sehingga istilah yang digunakan sebagai simbol kritik menjadi tawar atau terdegradasi. Makna negatifnya menjadi berkurang bahkan hilang,” katanya.

Cara yang sama juga pernah dilakukan wapres terpilih Gibran Rakabuming Raka. Ketika itu heboh soal asam sulfat, dijawab Gibran dengan mengenakan jersey bertuliskan Samsul saat bermain futsal.

“Benar, cara serupa pernah digunakan Mas Gibran dulu saat dikritik soal asam sulfat alias Samsul. Cara itu kemudian membuat istilah Samsul yang semula menjadi ikon kritik dan bermuatan negatif menjadi semacam candaan yang kemudian netral, lalu dilupakan,” katanya.

Kehadiran Kaesang saat blusukan di wilayah Tangerang, Banten membuat heboh lantaran dia tampak mengenakan rompi hitam bertulisan ‘Putra Mulyono’. (ads)