Foto ist

Kanalnews.co, JAKARTA– Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi tidak sepakat dengan aksi demonstrasi yang mengambil tema Indonesia Gelap. Ia menegaskan kondisi Indonesia tidak demikian.

“Inilah namanya kebebasan berekspresi, tapi tolong sekali lagi, jangan membelokkan apa yang sebenarnya tidak seperti itu. Enggak ada Indonesia gelap,” kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/2).

Ia menilai pemerintah Prabowo Subianto baru bekerja. Untuk itu, Prasetyo meminta masyarakat memberikan kesempatan dan optimistis pemerintahan saat ini agar bekerja maksimal.

“Pemerintahan yang dipimpin Pak Prabowo juga baru 100 hari, baru sekian bulan, banyak sekali masalah, tapi Anda perhatikan bahwa kita terus-menerus mencari cara, mencari solusi, kan begitu,” ujarnya.

“Bahwa itu belum bisa menyenangkan semua pihak, mungkin ada pihak-pihak yang masih belum bisa menerima. Bagi kami pemerintah itu biasa,” katanya.

Terkait tuntutan dari massa aksi demo, Prasetyo meminta mahasiswa memahaminya. Dengan pemangkasan anggaran, kinerja kementerian tak akan berkurang.

“Jadi jangan digeser ke ‘wah efisiensi ini seolah-olah akan mengganggu kinerja, seolah-olah memberatkan masyarakat’. Tidak begitu semangatnya itu,” tegasnya.

Prasetyo juga menyebut Prabowo terbuka dengan aspirasi dari mahasiswa dan masyarakat tersebut. Prabowo disebutnya tak anti kritik.

“Kami dulu sebelum diberi amanah oleh rakyat untuk memerintah, kita berjuang di jalur politik, ya sudah biasa itu menghadapi yang aspirasi-aspirasi dan kita sangat menghormati,” katanya.

Aksi demo Indonesia Gelap digelar di sejumlah daerah di Indonesia. Rencananya, puncak aksi akan dilakukan pada Kamis (20/2/2025).