
Kanalnews.co, JAKARTA– Setelah tiga musim suporter tim tamu dilarang hadir dalam pertandingan, era baru bakal dimulai di Super League 2026/2027.
FIFA telah memberikan restu untuk menghidupkan kembali tradisi awaydays di kompetisi sepak bola Indonesia.
Namun, kabar tersebut datang dengan satu catatan besar: tidak semua pertandingan otomatis boleh dihadiri suporter tandang.
Duel yang memiliki tingkat rivalitas tinggi masih berpotensi berlangsung tanpa kehadiran fans tim tamu. Bahkan, dua pertandingan besar sudah dipastikan masuk daftar yang tetap dikunci, yakni Arema FC kontra Persebaya serta Persija Jakarta melawan Persib Bandung.
Direktur Utama ILeague, Ferry Paulus, mengungkapkan keputusan tersebut diambil setelah pihaknya mengajukan proposal kepada FIFA. Langkah itu dilakukan setelah kondisi keamanan dan persoalan suporter dalam beberapa waktu terakhir dinilai jauh lebih terkendali.
“Dengan dasar itu, kami coba propose ke FIFA, dan FIFA juga memberikan restu dengan catatan,” kata Ferry dalam konferensi pers Indonesia Women’s League 2026/2027 di Kantor ILeague, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).
Larangan awaydays sebelumnya diterapkan setelah tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari proses transformasi sepak bola Indonesia yang dilakukan bersama FIFA dan pemerintah.
Kini, setelah berjalan selama tiga musim, aturan tersebut mulai dilonggarkan. Suporter kembali mendapatkan kesempatan untuk mengikuti tim kesayangannya saat bermain di kandang lawan.
Meski begitu, ILeague menegaskan kesempatan tersebut tidak boleh disalahgunakan. Klub dan suporter wajib mengikuti seluruh aturan keamanan yang telah ditetapkan.
“Yang harus teman-teman suporter, klub, bukan mensiasati, tapi mematuhi segala apa yang sudah beberapa kali kita sampaikan ke semua klub,” ujar Ferry.
Menurutnya, terdapat sejumlah batasan yang harus dipatuhi agar kebijakan awaydays bisa terus dipertahankan. Pelanggaran terhadap aturan dapat membuat izin kehadiran suporter tandang kembali diperketat.
Menariknya, keputusan akhir bukan sepenuhnya berada di tangan ILeague ataupun PSSI. Faktor keamanan dan izin kepolisian akan menjadi penentu utama apakah suporter tim tamu dapat masuk ke stadion.
“Semua kebijakan diserahkan kepada pemangku kepentingan, dalam arti perizinan kepolisian,” ucap Ferry.
Ferry menambahkan, pertandingan dengan rivalitas tinggi atau yang berdasarkan informasi intelijen dinilai memiliki potensi gangguan keamanan tetap dapat dikenai larangan suporter tandang.
“Terutama misalnya seperti Arema FC melawan Persebaya, Persija sama Persib, itu tetap di-lock,” tegasnya. (pht)


































