
Kanalnews.co, JAKARTA– Wacana pemberian bantuan sosial (bansos) terhadap korban judi online menjadi perbincangan. Dianggap bagus, Anggota Komisi VIII DPR RI fraksi PPP Syaifullah Tamliha berharap program itu bukan untuk jangka panjang.
“Memang judi online telah merusak mental masyarakat kita, sebab yang menjadi korban tidak hanya rakyat biasa melainkan juga oknum TNI/Polri serta ASN,” kata Tamliha saat dihubungi, Jumat (14/6/2024).
Untuk itu, wacana pemberian bansos menurutnya tidak salah. Akan tetapi, program itu hanya untuk jangka pendek, sebab pemerintah memiliki tugas utama jangka panjang yaitu memberantas judi online hingga tuntas.
“Dalam jangka pendek ide dan gagasan Menko PMK untuk memberikan bansos cukup bagus,” ujarnya.
“Namun untuk jangka panjangnya adalah pemerintah berkewajiban untuk memberantas judi online dengan melibatkan setidaknya Kapolri, Panglima TNI dan Mengkominfo sehingga tindakan yang dilakukan terhadap Judol bisa tuntas,” tuturnya.
Menko PMK Muhadjir Effendy mengemukakan usulan pribadinya agar korban judi online mendapatkan bansos. Sebab, dampak utama dari judi online adalah membuat masyarakat miskin.
Meski demikian, tidak semua orang bisa mendapatkan bansos tersebut lantaran harus dilihat kriterianya lebih dulu. Sejauh ini, wacana tersebut belum dibahas dengan kementerian terkait atau satgas pemberantasan judi online. (ads)



































