KANALNEWS.co, Jakarta – Event tahunan industri minyak dan gas bumi (migas) nasional, “Convex IPA 2016” baru saja usai kemarin di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Dari ajang pertemuan insan perminyakan Indonesia ini menuai banyak harapan setelah Pemerintah berjanji akan mereformasi kebijakan melalui desain dasar kebijakan industri migas, diantaranya memberikan insentif, mendorong daya saing produk dalam negeri hulu migas (local content) dan menjamin kepastian hukum dengan Undang-undang Migas baru.
Menanggapi hal tersebut diatas, Managing Director PT Prowell Energy Indonesia, Aljas Kamalfasha, mengatakan, perusahaannya menaruh harapan besar terhadap kebijakan Pemerintah yang akan mendorong peningkatan pemanfaatan produk dalam nergeri sebagaimana yang diatur dalam regulasi kebijakan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) yang telah disosilisasikan oleh SKK Migas, selaku badan yang ditunjuk oleh pemerintah untuk melakukan pengawasan pada kegiatan usaha hulu migas.
Dalam percakapannya dengan wartawan di area Convex IPA 2016, Aljas Kamalfasha, menuturkan, dengan adanya reformasi kebijakan migas, maka pada kuartal satu tahun 2017 mendatang industri migas nasional diperkirakan gairah kembali dengan catatan reformasi kebijakan yang dijanjikan pemerintah itu telah diaplikasikan sejalan dengan estimasi bahwa harga minyak dunia diperkirakan telah mebaik kembali di waktu yang akan datang.
PT Prowell Energy Indonesia, sebagai perusahaan manufacture wireline, yang memproduksi perangkat pendukung industri migas, merasakan ikut terdampak akibat menurunnya aktivitas di industri migas sejak anjloknya harga minyak dunia dua tahun terakhir ini. Namun demikian, menurut Aljas Kamalfasha, industri migas saat ini tetap fokus pada aktivitas pemeliharaan – maintenance. Menurutnya, pemeliharaan sumur-sumur produksi tetap berjalan agar tidak terjadi decline – upaya menahan laju penurunan produksi minyak yang signifikan.
“Saya mengamati bahwa dengan turunnya harga minyak dunia, akhir-akhir ini, hampir semua perusahaan minyak di Indonesia menahan diri sementara menyetop proyek-proyek komersial yang berisiko tinggi seperti eksploitasi dan eksplorasi. Namun itu, perusahaan-perusahaan minyak besar tetap melakukan maintenance pada sumur produksi mereka,” kata Aljas Kamalfasha.
Aljas Kamalfasha mengakui, PT Prowell Energy Indonesia sebagai penyedia perangkat unit pendukung industri migas, merasakan dampak akibat berkurangnya pemintaan pasar yang disebabkan berkurngnyan aktivitas industry migas, di satu sisi. Dan, di sisi lain, kompetisinya semakin ketat karena permintaan pasar berkurang. “Nah, kita memang konsen di aktivitas pemeliharaan sumur dan produksi. Artinya, kontrak kerja dengan sejumlah perusahaan minyak seperti Exxonmobil (Cepu), misalnya, tetap berjalan. Kami, melalui kontrak kerja selama 5 tahun biasanya, ini berjalan normal saja sesuai kontrak yang ada,” ujar Aljas Kamalfasha.
Harapannya, ke depan pemerintah dapat mendukung penuh pemanfaatan produk-produk dalam nergi. Karena, secara kualiti produk lokal seperti yang diproduksi oleh Prowell Energy Indonesia, seabagai sebuah manufatktur perangkat logging yang produk-produknya telah berstandar nasional dan intrnasional karena telah memiliki standar sertifikasi ISO 9001 – 2000 dan SNI. Oleh sebab itu pula wireline logging buatan Prowell Energy dikenal dan terpercaya di kalangan industri migas nasional. Maka tentu cukup beralasan kalau Prowell Energy adalah ‘the only wireline equipment manufacture in Indonesia.’
Dan, bahkan Prowell Energy, dengan Wireline (migas)-nya ini tidak saja terkenal di Indonesia, namun di luar negeri. Maka tidak heran kalau pada saat ini Prowell Energy melayani permintaan dari luar negeri. “Pada saa ini kami melayani permintaan dari Malaysia, Philipine, Brunei Darussalam dan Vietnam,” kata Aljas Kamalfasha.
Jenis wireline unit yang ditawarkan oleh Prowell Energy dianatara adalah Skid Mounted Single Drum Wirline Unit, Skid Mounted Duble Drum Wireline Unit, Skit Mountd Cabin Single Drum Wireline Unit, Skid Mounted Hydrostatic, Containerized Logging Unit, Electric/Wireline Logging Truck dan Trailer Mounted Single Drum Wirelin Unit.
Dalam prcakapan singkat dengan waratawan, Aljas Kamalfasah mengharapkan dukungnan yang lebih dari pemerintah, terutama untuk meningkatkan local content, sesuai dengan kebijakan TKDN. “Sebagai seorang pengusaha nasional, kami sangat mengharapkan dukung penuh pemerintah agar usaha kami lebih maju – lebih berkembang, misalnya, adanya keinginan pemerintah secara serius mengapresiasi pemberian insentif pajak dan peningkatan kandungan lokal, ini cukup berati bagi kami dalam mengatasi kendala finansial akibat deraan anjlokna harga minyak sejak dua tahun terakhir,” kata Aljas Kamalfasha.
Sekali lagi, PT. Prowell Energy Indonesia telah mempunyai standard nasional dan international, seperti sertifikasi TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) sebesar 41.22% yang dikeluarkan oleh Kementrian Perindustrian RI, serta sertifikasi international yang dimiliki antara lain : ISO 9001:2009, API 5CT dan API Q1 yang dikeluarkan oleh American Petroleum Institute (API).
Dengan bangga product yang dihasilkan oleh PT. Prowell Energy Indonesia selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri juga telah di export ke Malaysia, Brunei, Phillipine dan Vietnam.
Selain bidang manufacturing, PT. Poweli Energy Indonesia juga turut serta dalam operasi penunjang migas khususnya di bidang wireline services, beberapa contract services telah didapatkan antara lain di CHEVRON INDONESIA COMPANY, EXXONMOBIL CEPU, SANTOS, ELLIPS ENERGY dan lainnya.
Mengakhiri perakapannya, Aljas Kamalfasha, menghimbau Penguasa Negeri ini untuk berpihak pada produk lokal. “Menurut saya, penggunaan produk dalam negeri masih rendah dibandingkan impor. Harapan kami kiranya local content ini dapat ditingkatan mengingat di dalam negeri sudah bayak produk yang mempunyai standar kualiti yang setara dengan produk impor. Contonya, perusahaan kami ini yang spesifik wireline logging (migas),” pungkasnya. (mulkani)




































