Foto ist

Kanalnews.co, JAKARTA– Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan gempa di Cianjur, Jawa Barat adalah fenomena 20 tahunan. Sebab Cianjur merupakan lokasi rawan gempa sejak zaman dulu.

“Tadi disampaikan BMKG, bahwa gempa ini 20 tahunan,” kata Jokowi saat meninjau daerah terdampak gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11).

Oleh karena itu, Jokowi ingin ada pencegahan yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak gempa di kemudian hari. Ia pun memerintahkan Kementerian PUPR membuat standar rumah anti gempa.

“Rumah-rumah yang kena gempa ini diwajibkan untuk memakai standar-standar bangunan anti gempa oleh Menteri PUPR. Jadi rumah antigempa,” katanya.

Adapun Jokowi akan memberikan bantuan berupa uang sebesar Rp 50 juta bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat. Sementara rusak sedang sebesar Rp25 juta dan rusak ringan Rp10 juta.

Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono sebelumnya mengungkap Cianjur adalah salah satu wilayah rawan gempa. Penyebab gempa tersebut karena adanya pergeseran Sesar Cimandiri.

BMKG mencatat gempa di daerah ini sudah terjadi sejak zaman Belanda. Ada tiga gempa yang merusak saat era kolonial yakni pada 1884, gempa 1910 di Cianjur dan sekitarnya.

Pada tahun 1969 pernah terjadi gempa bermagnitudo 5,4 di kawasan tersebut. Lalu, tahun 1982 terjadi gempa bermagnitudo 5,5. Terakhir pada Juli tahun 2000 terjadi gempa bermagnitudo 5,4 yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan.