Kanalnews.co, Tuban – Ratusan masa yang merupakan warga ring satu PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), melakukan unjukrasa di jalur menuju akses keluar masuk aktifitas PT SBI Tuban. Aksi tersebut merupakan buntut dari tidak masuknya warga ring satu dalam perekrutan yang dilakukan perusahaan semen itu baru baru ini.

Para pendemo yang sebagian besar merupakan pemuda, dari desa sekitar perusahaan, diantaranya, Merkawang, Sawir, Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Karangasem Kecamatan Jenu dan desa Mliwang kecamatan Kerek, nampak mengibarkan bendera merah putih dan membeber spanduk berisi tuntutan serta penolakan terhadap rekrutmen perusahaan yang dinilai tidak mengutamakan warga sekitar.

Ahmad Arif, kordinator aksi mengatakan, unjuk rasa tersebut dilakukan warga untuk menuntut beberapa hal terkait kebijakan yang dilakukan perusahaan, diantaranya perusahaan harus mengutamakan tenaga kerja lokal yang merasakan dampak langsung maupun tidak langsung atas aktifitas perusahaan.

Para peserta aksi membentangkan spanduk yang berisi tuntutan warga ring satu PT SBI Tuban.

“Bila tuntutan tidak dipenuhi, masa sepakat melanjutkan Demo SBI,” kata Arif dalam orasinya.

Selain menolak pekerja luar dan mengutamakan pekerja sekitar perusahaan sebelum melibatkan tenaga luar, masa juga menuntut membuka kembali proses perekrutan yang dilakukan perusahaan. “Semua Lowongan, Pekerjaan oleh SBI maupun pihak ke Tiga wajib memberikan kesempatan bagi warga sekitar,” lanjut Arif.

Sementara itu, pihak SBI dalam siaran persnya menyampaikan, akan memenuhi tuntutan warga sekitar perusahaan, berupa pembatalan kontrak Pekerja PT GSS untuk posisi Patroler dan posisi Suorte Control Room, dan membuka kembali lowongan untuk posisi dimaksud hingga Kamis, 10 Februari 2022. Selanjutnya lowongan itu akan diperioritaskan untuk warga ring satu.

“Rekrutmen eksternal yang dilakukan SBI atau pihak ketiga kaan memperioritaskan warga ring satu,” ujar Anggita Offi Riani selaku Corporate Communication East Java & East Indonesia. (LH/MET)