
Kanalnews.co, JAKARTA- Viralnya teriakan penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan Presiden RI Prabowo Subianto ramai dibahas. Ketua Panitia May Day 2026 sekaligus Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, mengungkap suara tidak yang menggema ternyata datang dari barisan buruh lajang.
Menurut Andi, kelompok pekerja yang belum berkeluarga menjadi pihak paling vokal menolak program unggulan pemerintah tersebut. Alasannya mereka merasa tidak mendapatkan manfaat langsung dari MBG.
“Sebagian besar yang di depan itu lajang. Mereka tidak punya anak, jadi merasa program ini bukan prioritas bagi mereka,” ungkap Andi.
Bagi para buruh lajang, dana program tersebut dinilai lebih berguna jika dialihkan untuk kebutuhan lain yang menunjang masa depan mereka. Perspektif ini yang kemudian memicu teriakan penolakan yang sempat membuat publik heboh.
Namun Andi buru-buru meluruskan, jika penolakan itu bukan sikap keseluruhan buruh. Ia mengklaim, pekerja yang sudah berkeluarga berada di barisan pendukung kuat MBG karena manfaatnya langsung dirasakan oleh anak-anak mereka.
“Itu murni suara spontan. Gerakan buruh tidak bisa ditekan. Tapi yang sudah punya keluarga, pasti mendukung,” tegasnya.
Momen itu terjadi saat Prabowo Subianto berpidato di kawasan Monumen Nasional. Ketika ia bertanya soal manfaat MBG, jawaban yang muncul justru di luar dugaan.
“MBG bermanfaat atau tidak?” tanya Prabowo.
“TIDAK!” teriak sebagian massa. (pht)

































