Foto Ig @bayuwangi24jam

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengungkapkan penyebab KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di selat Bali. Muatan kapal tiga kali melebihi kapasitas.

Kapasitas muat semestinya adalah 138 ton. Tapi saat tenggelam kapal itu berisi muatan 538 ton.

“Kapasitasnya 138 dan temuan hasil investigasi kami muatan mencapai 538 ton. Jadi lebih tiga kalinya,” kata Soerjanto.

Berdasarkan manifes, kapal itu memuat total 22 kendaraan. Rinciannya 8 kendaraan golongan VII, 3 kendaraan golongan VIB, 3 kendaraan golongan VB, 3 kendaraan golongan IVB, 4 kendaraan golongan VIA, dan 1 kendaraan golongan II.

Adapun jumlah penumpang kapal sebanyak 53 orang dan kru 12 orang. Namun, sejumlah korban teridentifikasi tidak masuk dalam manifes.

Soerjanto menjelaskan kapal memiliki garis batas mengambang saat berada di laut. Batas garis itu biasa disebut dengan istilah pisang-pisang.

Pada KMP Tunu Pratama Jaya, body kapal yang tenggelam itu melebihi batas yang ditentukan. (ads)