Foto: Dok. Kemenko Bidang Perekonomian

Kanalnews.co, JAKARTA — Dalam acara peluncuran Sistem Data Registrasi Sosial Ekonomi bertajuk “Kolaborasi Mewujudkan Satu Data Menuju Indonesia Emas 2045”, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan bahwa, Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) sangat krusial untuk perencanaan pembangunan yang akurat dan berkelanjutan.

Sebab, menurutnya Regsosek menghadirkan basis data secara komprehensif terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu, sambung Airlangga,  Regsosek juga dapat digunakan dalam pelaksanaan penganggaran berbasis bukti serta memantau kesejahteraan, kondisi rumah tangga, hingga semua aspek kehidupan lainnya, sehingga rancangan valid dan terukur.

“Data ini juga dapat menjadi tools untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem, penanggulangan kemiskinan di seluruh wilayah, serta menciptakan masyarakat menuju kelas menengah dengan penghasilan relatif lebih tinggi,”
kata Menko Airlangga.

Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa Indonesia mengalami kemajuan dalam mengurangi kemiskinan selama kurun waktu 15 tahun terakhir.

“Berdasarkan data BPS, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2023 menunjukkan penduduk yang masuk dalam kategori miskin tercatat 9,36%, sementara dalam kategori miskin ekstrem sebesar 1,12%. Data dari World Bank juga menunjukkan bahwa selama periode tersebut Indonesia turut mengalami pertumbuhan kelas menengah dari 7% menjadi 20% dari total penduduk. Peningkatan kuantitas dan kualitas kelas menengah tersebut juga membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia serta memperluas pemerataan kesejahteraan masyarakat,” terang Menko Airlangga.

Lebih lanjut, dalam agenda yang dihadiri secara daring, Menko Airlangga menjelaskan, tantangan yang dihadapi Indonesia guna memperkuat dan memperluas kelas menengah cukup besar.

“Salah satu cara yang efektif untuk mengatasi tantangan tersebut yakni melalui integrasi serta konvergensi program-program pemberdayaan ekonomi dengan memanfaatkan data Regsosek,” jelas Menko Airlangga.

Selain itu, Menko Airlangga menekankan, untuk mewujudkan masyarakat kelas menengah harus berkoordinasi serta melakukan konvergensi lintas sektor, khususnya dalam mengimplementasikan pemberdayaan ekonomi.

“Selanjutnya mari kita bersama-sama bekerja keras dan bekerja tulus untuk mewujudkan hal-hal yang dapat mendorong peningkatan kelas menengah. Dengan kelas menengah yang kuat, kita memiliki pondasi yang kokoh untuk membangun bangsa yang lebih maju dan mampu mencapai target yang disarankan dalam Undang-Undang Pembangunan Jangka Menengah, yang tentunya kita berharap bisa menjadi jalan menuju Indonesia Emas di tahun 2045,” tutup Menko Airlangga. (aof)