KANALNEWS.co, Bandung – Tim panjat tebing DKI Jakarta keluar sebagai juara umum panjat tebing kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat Zona II yang berlangsung di Parahyangan Reksa Raga Unpar Bandung pada 27 September hingga 3 Oktober 2015.
Tim DKI Jakarta memperoleh 8 emas, 6 perak dan 4 perunggu dikuti oleh Jawa Timur dan Jawa Barat. Dan dengan hasil ini kontingen DKI Jakarta berhasil memenuhi target yang dibebankan untuk mengirimkan 16 atlet yang akan turun di 18 nomor. Tuan rumah Jawa Barat sendiri menurunkan 30 atlet, 15 putra dan putri di 18 nomor pertandingan tanpa harus melalui kualifikasi.
Kualifikasi PON Zona II ini adalah zona neraka yang menghadirkan tim-tim kuat di Jawa, Bali dan Kalimantan diantaranya Provinsi Banten, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Tita Supita (28) yang turun di nomor spesialisasinya speed menyumbangkan 3 medali emas untuk kontingen DKI Jakarta melalui nomor speed trek, speed klasik dan beregu putri.
Tita menyumbangkan emas melalui nomor speed clasic perorangan putri setelah menaklukan wakil Jawa tengah Dhorifatus syarifah sementara perunggu diraih atlet DKI lainnya Muji Mulyani.
Pada nomor speed track perorangan putri Tita mengungguli atlet Jawa Timur Fifi Lia Anggraini dan Muji Mulyani dari DKI Jakarta.
Tita menyumbangkan emas ketiganya melalui boulder beregu putri. Tim DKI Jakarta dengan Kapten Syarifah yang bermaterikan Nofi Ningtyas, Muji Mulyani dan Tita Supita mengalahkan Jawa tengah dan Jawa Timur pada partai final.
Pada nomor speed world perorangan putri Puji Lestari mengungguli Tita Supita untuk mendapatkan emas dan perunggu diraih Aries Susanti Rahayu dari Jawa Tengah.
Dinomor Boulder speed world record relay, tim putra yang bermaterikan Zaenal Arifin, Fajri Ashari dan Ardi Wijoyo meraih medali emas setelah menyisihkan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Pada nomor speed classic perorangan putra, Aspar Jaelolo mengalahkan rekannya Fakir Ashari dan perunggu diraih Alfian M. Fajri dari Jawa Tengah.
Di nomor lead campuran atlet DKI yang bermaterikan Syarifah AR dan Andriko mendulang emas setelah mengalahkan wakil dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Dan emas terakhir dipersembahkan oleh Izzudin AR setelah mengungguli wakil Jawa Tengah dan Bali.
Tim DKI sebenarnya berpeluang menambah emas dinomor lead perorangan putri namun sayangnya Syarifah AR harus mengakui keunggulan atlet Jawa Timur Nanda Dea Cahyaningtyas perunggu diraih atlet Bali Nadya Putri Virgita.
Pelatih tim panjat tebing Hendra Basir menyatakan, hasil ini sesuai dengan target yang dibebankan oleh Pengda FPTI FKI Jakarta yang menargetkan 16 atlet dari 18 nomor yang dipertandingkan pada PON XIX/2016 di Jawa Barat. Ia mengakui hasil yang didapatkan ini adalah hasil maksimal meskipun ditengah keterbatasan.





































