KANALNEWS.co, Jakarta – Langkah Daud Yordan untuk menggapai asa sebagai juara dunia kelas ringan (61,2 kg) versi WBA kian terbuka lebar setelah merebut gelar juara WBA internasional setelah mengalahkan petinju asal Argentina, Rafael Cristian Coria pekan lalu dengan angka mutlak 97-92, 96-93 dan 97-92 dalam pertarungan yang digelar di Radisson Victoria Plaza, Montevideo Uruguay.
Promotor Raja Sapta Oktohari usai bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memastikan pertandingan Daud Yordan dalam mengejar predikat juara dunia kelas ringan akan digelar di Indonesia akhir tahun meski hingga saat ini belum ditentukan calon lawannya.
“Memang benar, kami merencanakan pertandingan Daud Yordan di Tanah Air. Bahkan kami sudah melaporkan rencana ini ke Bapak Menpora,” kata Raja Sapta Oktohari di di Kantor Menpora, Jalan Gerbang Pemuda Senayan, Jakarta, Selasa (14/6/2016).
Petinju asal Kalimantan Barat itu kini bercokol diperingkat pertama kelas ringan WBA dan pertandingan memperebutkan juara dunia dijadwalkan akan digelar akhir tahun ini yang diramalkan akan berlangsung seru. Gelar juara WBA Interim lowong setelah penyandang gelar juara interim Ismael Barroso asal Venezuela gagal mengalahkan juara dunia kelas ringan WBA, Crolla, dalam usahanya menjadi juara dunia sejati
“Untuk calon lawan hingga saat ini belum ditentukan. Saat ini kami terus melakukan koordinasi dengan WBA karena WBA yang akan menetapkan siapa calon lawan yang akan dihadapi Daud Yordan,” kata Okto sapaan akrab Raja Sapta Oktohari.
Dengan adanya rencana pertandingan di Indonesia, Okto berharap pemerintah juga berperan meski pertandingannya level profesional. Hal tersebut dilakukan agar menjadi motivasi bagi petinju muda untuk terus berlatih dan meraih prestasi yang lebih tinggi.
Demi mengejar target, Daud Yordan mengaku akan mempersiapkan diri dengan baik. Bahkan, dalam waktu dua hingga tiga pekan kedepan akan langsung menjalani latihan di Sasana Kayong Utara, Kalimantan Barat. Pihaknya ingin persiapan pertandingan berikutnya lebih baik.
Sementara itu, mantan ketua PB Pertina yang juga anggota DPD Nono Sampono mengatakan, Daud Yordan merupakan petinju terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Apalagi kemunculannya tepat disaat Indonesia paceklik dengan prestasi olahraga ditingkat internasional.
“Prestasi Daud Yordan kami harapkan bisa menjadi peramgsang bagi pemuda Indonesia untuk berprestasi internasional. Tidak hanya untuk olahraga saja, namun prestasi-prestasi bidang yang lain,” katanya.
Daud Yordan, kata dia, merupakan salah satu petinju binaannya saat menjadi Ketua PB Pertina. Proses pembinaannya sendiri dilakukan jangka panjang yaitu mulai amatir hingga masuk profesional. Kedepan, pihaknya berharap sistem ini bisa digunakan kembali termasuk memperbanyak kejuaraan level nasional. (Herwan)






































