Foto Kita Garuda

 

Kanalnews.co, JAKARTA- Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberi sinyal bakal melakukan rotasi besar saat menghadapi Timor Leste pada laga kedua Piala AFF 2026. Keputusan itu diambil demi menjaga kebugaran skuad Garuda yang harus menghadapi jadwal padat sepanjang turnamen.

Indonesia dijadwalkan bertandang ke markas Timor Leste di Chonburi, Thailand, pada Jumat (31/7/2026). Duel tersebut hanya berselang empat hari setelah Garuda tampil perkasa dengan menghancurkan Kamboja 5-1 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.

Menurut Herdman, kondisi fisik para pemain menjadi perhatian utama. Ia menilai banyak pemain belum berada di level kebugaran terbaik karena sebagian besar baru menyelesaikan kompetisi Super League 2025/2026, kemudian langsung menjalani agenda FIFA Matchday Juni sebelum tampil di Piala AFF.

“Turnamen ini bagi beberapa pemain seperti masa pramusim. Mereka belum terbiasa bermain penuh selama 90 menit. Ada pemain seperti Rizky Ridho, Dony Tri, Sandy Walsh, hingga Thom Haye yang harus bermain penuh saat melawan Kamboja,” ujar Herdman kepada wartawan.

Pelatih asal Inggris itu juga mengungkapkan timnya sedang menghadapi berbagai tantangan. Selain ada pemain yang mengalami cedera, beberapa pemain lainnya belum memiliki klub sehingga membutuhkan penanganan berbeda dalam mengatur kondisi fisik.

“Itu adalah penampilan yang luar biasa dari para pemain. Ada yang harus keluar karena cedera, ada juga yang belum bermain bersama klub. Banyak aspek yang masih harus kami evaluasi,” katanya.

Herdman sebenarnya sudah mulai menerapkan strategi rotasi ketika menghadapi Kamboja. Saat Indonesia unggul 3-0, ia memanfaatkan jatah pergantian pemain untuk mengurangi beban fisik para pemain inti dan meminimalkan risiko cedera.

“Kami sudah unggul 3-0 di babak kedua, sehingga ada kesempatan melakukan rotasi. Beberapa pemain sengaja ditarik keluar untuk menghindari cedera,” jelasnya.

Meski demikian, Herdman mengakui tidak semua pemain bisa langsung diganti sesuai rencana. Untuk itu, ia memilih pendekatan bertahap dalam mengatur menit bermain setiap pemain agar kondisi skuad tetap prima hingga fase-fase krusial turnamen.

“Ada beberapa pemain yang sebenarnya ingin kami tarik keluar, tetapi situasinya tidak memungkinkan. Karena itu semuanya dilakukan secara bertahap, mulai dari rotasi, pengaturan menit bermain, menjaga keselamatan pemain, hingga memastikan mereka mencapai performa terbaik di momen yang tepat selama turnamen,” tutup Herdman. (sis)