Foto Antara

 

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Fenomena tak biasa terjadi di Bendungan Karian, Kabupaten Lebak, Banten. Saat debit air waduk menyusut akibat musim kemarau, sebuah masjid tua kembali mencuri perhatian.

Di tengah hamparan waduk, Masjid Al Mujahidin tampak masih berdiri kokoh, sementara bangunan-bangunan lain di sekitarnya hanya menyisakan puing dan tembok yang nyaris roboh.

Kemunculan kembali masjid berkubah biru dan bermenara itu memicu rasa penasaran warga. Bangunan tersebut menjadi satu-satunya yang tetap utuh di kawasan bekas permukiman yang telah lama ditinggalkan sejak Bendungan Karian mulai digenangi air.

Warga setempat, Maman, mengungkapkan Masjid Al Mujahidin memang tidak pernah dibongkar karena adanya wasiat dari pendirinya. Menurutnya, keturunan sang pendiri berpesan agar bangunan bersejarah tersebut tetap dipertahankan dalam kondisi apa pun.

“Yang dipindahkan ke masjid baru hanya lima tiang utama di bagian dalam. Bangunan masjid lamanya memang diwasiatkan agar tidak dibongkar,” ujar Maman.

Ia juga menjelaskan masjid tersebut telah berdiri sejak masa penjajahan Belanda. Meski sempat direnovasi sekitar 15 tahun lalu, struktur utama bangunan tetap dipertahankan sehingga nilai sejarahnya masih terjaga hingga sekarang.

Tak hanya masjid, surutnya air waduk juga memperlihatkan kembali deretan rumah warga yang dahulu tenggelam. Tembok-tembok bangunan yang kehilangan atap kini kembali terlihat, mengingatkan pada kampung yang pernah menjadi kawasan permukiman padat.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian (C3), Dedi Yudha Lesmana, menjelaskan lokasi yang kembali muncul berada di kawasan hulu Bendungan Karian, tepatnya di wilayah Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, sekitar 16 kilometer dari tubuh bendungan.

Menurut Dedi, bangunan-bangunan di kawasan genangan sengaja tidak dihancurkan saat proses pengisian waduk. Tim konstruksi hanya melakukan pembersihan terhadap pepohonan dan tanaman, sementara rumah-rumah warga dibiarkan tetap berdiri meski nantinya terendam air.

Ia menambahkan, permukaan air Bendungan Karian saat ini mengalami penyusutan sekitar lima persen atau turun sekitar 80 sentimeter dari muka air normal. Penurunan elevasi itulah yang membuat kembali terlihatnya sisa-sisa permukiman, termasuk Masjid Al Mujahidin yang kini menjadi pemandangan langka di tengah waduk. (ads)