KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyatakan Wapres Jusuf Kalla meminta Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) dan Kemenpora untuk melaksanakan prinsip-prinsip efisiensi dalam penyelenggaraan dan persiapan prestasi pada event olahraga terbesar di benua Asia itu.
“Dalam penyelenggaraannya sendiri Wapres menekankan bahwa harus ada soal-soal di belakang yang harus disiapkan sejak awal dan dipersiapkan dengan baik dan rapi, Wapres juga akan melakukan percepatan terhadap regulasi yang mungkin masih dinilai lambat seperti pengadaan barang dan jasa maupun tentang pencairan anggaran dari Kemenkeu,” ujar Menpora kepada wartawan usai rapat di Plasa Kantor Kemenpora, Rabu (15/3/2017).
Menpora menjelaskan terkait dengan anggaran penyelenggaraan, Wapres menginginkan agar anggaran tidak melampaui Asian Games sebelumnya di Incheon, Korea Selatan. “Pak Wapres menginginkan anggaran penyelenggaraan tidak melebihi Asian Games Incheon,” ujarnya.
Tak hanya memangkas anggaran, pemerintah juga akan melakukan efesiensi kepada cabang olahraga dari 42 menjadi maksimal 37 cabor. “Ini adalah arahan dari Ketua Pengarah Asian Games 2018 maka kami harus laksanakan hal itu,” katanya lebih lanjut.
Terkait anggaran, orang nomor satu di Kementerian Pemuda dan Olahraga itu mengakui hingga saat ini belum cair, dan nantinya setelah Ketua INASGOC Erick Tohir ditunjuk sebagai Kuasa Pengguna Anggaran tentu KPA nanti menunjuk PPK, bendahara dan panitia lelang ULP dan sebagainya. “Ini semua menyangkut teknis yang sangat birokratis untuk itu akan kami tugaskan staf Kemenpora untuk menjadi bagian strategis Inasgoc,” jelas Menpora.
Untuk tahun 2017 Kemenpora menganggarkan senilai Rp1 triliun dengan rincian Rp500 miliar untuk INASGOC dan jumlah yang sama juga dikucurkan untuk Satlak Prima. “Secepat mungkin INASGOC dapat menyiapkan perencanaan baru agar kami masukkan di RAPBN Perubahan. Yang paling penting sesuai arahan Bapak Wapres harus se-efektif dan se-efisien dan semurah mungkin penyelenggaraan ini,” ujarnya.
Pemerintah akan secepatnya melakukan komunikasi dengan OCA terkait penguranan cabor menjadi 37 dari sebelumnya 42 nomor. Sebelum tanggal 29 Maret mendatang, pemerintah akan melakukan komunikasi dengan OCA terkait tidak siapnya Indonesia untuk menggelar 42 cabang olahraga. “Kami harap beberapa cabor yang dikurangi nantinya tidak merubah espektasi kita untuk pencapaian target 8 hingga 10 besar,” tegasnya.
Dalam hal efisiensi anggaran beberapa pos-pos akan dimaksimalkan Kemenpora bersama Inasgoc. “Ya Kemenpora dan Inasgoc sesuai arahan Ketua Pengarah Asian Games 2018 harus melihat program-program apa yang dinilai bisa dilaksanakan kementerian/lembaga sesuai perintah Presiden dan harus sinkron dengan keinginan Inasgoc beberapa pos-pos itu misalnya di promosi, IT, dan pemanfaatan kementerian/lembaga lainnya,” katanya. Ia mencontohkan untuk pos publikasi, komunikasi dan informasi dapat memanfaatkan anggaran yang ada di Kominfo, demikian juga untuk pengamanan dapat dilaksanakan oleh Kapolri dan seterusnya. (Herwan)






































