KANALNEWS.co, Jakarta – Direktur Utama PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) Seri A mengklaim dampak ekonomi daerah dari kegiatan kompetisi yang baru bergulir setengah musim menembus angka Rp1,7 triliun.
“Angka ini memang cukup mencengangkan. Ini adalah yang tertinggi selama kompetisi sepak bola digelar di Indonesia,” kata Joko Driyono saat memaparkan ISC Seri A di Jakarta, Rabu (31/8/2016).
Dampak naiknya ekonomi daerah yang menggelar 17 laga dalam setengah musim kompetisi itu cukup mencengangkan, meski kompetisi yang lahir dari keresahan klub setelah kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang juga kasta tertinggi sepak bola Indoesia harus terhenti setelah polemik yang terjadi di tubuh Persatuan Sepak Bola Indonesia dan jatuhnya sanksi dari FIFA.
“Semuanya berjalan dengan baik. ISC berdampak pada ekonomi daerah. Penonton selalu memadati stadion,” kata Joko lebih lanjut.
Joko menjelaskan, pada setengah kompetisi kedepannya GTS akan melakukan inovasi agar kompetisi lebih semarak dan lebih banyak menghadirkan penonton salah satunya dengan melakukan pembenahan mulai dari administrasi, wasit maupun pengawas pertandingan.
“Pembenahan dimulai dari sistem efisiensi kerja di lapangan, sistem pengawas pertandingan dan wasit hingga pendaftaran pemain telah dilakukan secara online. Kami ingin semuanya bisa meraih hasil maksimal demi menyongsong kompetisi berikutnya. Wasit kedepannya akan lebih dibenahi pada paruh kedua kompetisi akan lebih baik lagi,” katanya menambahkan.
Selain itu, Joko merasa puas hingga pekan keempat belas klub telah memenuhi semua kewajibannya kepada pemain, dan hingga paruh waktu kompetisi tidak tidak ada komplain terkait gaji maupun adminstrasi yang menyangkut pemain.
“Hingga pekan ke-14, kami belum mendapatkan komplain dari pemain terkait gaji yang belum dibayarkan,” jelasnya.
Juara paruh musim ISC Madura United yang unggul lima poin dengan klub besar di Tanah Air yaitu Arema Cronus yang saat ini berada diposisi dua dan jika dilihat dari data kompetisi sebelumnya, juara paruh musim berpeluang besar menjadi juara kompetisi. Hanya saja, untuk kompetisi ISC tahun ini sulit diprediksi karena kekuatan tim cukup merata.
“Peluang Madura United disusul tim lain tetap terbuka.
Managing Director PT Torabika Eka Semesta, Goesmawan selaku sponsor utama ISC seri A mengatakan, selaku sponsor utama pihaknya menyakini jika kompetisi ini akan berlangsung dengan sukses. Harapannya, kompetisi ini mampu menjadi modal kebangkitan sepak bola Indonesia.
“Torabika disini tidak sekedar mensponsori kompetisi, tapi kami juga turut memastikan kompetisi ini dikenal luas dan menjadi kompetisi yang digemari oleh masyarakat sehingga semakin banyak yang memberikan dukungan untuk sepak bola Indonesia,” katanya. (Herwan)



































