KANALNEWS.co – Jakarta, Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Bonie Hargens mengatakan, 2013 akan menjadi tahun politisasi, di mana kartel-kartel politik akan sibuk mencari cara untuk memenangkan Pemilu 2014.

“Tahun 2013 lebih tepat disebut tahun politisasi. Negara akan diperalat politisi, dan kita semua akan gamang karena ada pertempuran kartel politik memenangkan Pemilu 2014,” kata Bonie dalam diskusi bertema Membedah Demokratisasi dan Pemberantasan Korupsi di Indonesia, di Cikini, Jakarta, Minggu (30/12/2012).

Menurut Bonie, kartel-kartel politik dapat berupa koalisi antarpartai. Sebagtai contoh langkah politisi Puan Maharani mendatangi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang dapat diindikasikan akan menciptakan kartel politik.

“Kedatangan Puan mengantarkan buku 70 tahun Taufik Kiemas. Tapi siapa yang tahu di balik itu semua ada koalisi, atau sekadar test case Puan menjadi Menpora,” ujarnya.

Kartel politik juga dapat dilakukan untuk merampok uang negara. Misalnya dalam kasus Hambalang yang menurutnya telah memperlihatkan secara telanjang kerja-kerja kartel politik.

“Tantangannya bagaimana selamatkan politik dari kartel-kartel ini,”lanjutnya.

Bonie juga menilai karena kepentingan memenangkan pemilu 2014, maka 2013 akan menjadi tahun tanpa pemerintahan dalam arti yang substansial.

“Tidak akan ada kebijakan khusus yang menyentuh masalah kerakyatan karena para pemimpin sibuk melancarkan strategi memenangkan Pemilu 2014,” tambahnya.

Untuk mencegah terciptanya praktik jual-beli suara pada Pemilu 2014, dai menyarankan pendidikan politik kepada masyarakat, agar publik menyadari bahwa uang bukan merupakan alat untuk memenangkan pemilu.

“Mari berani menurunkan nilai uang dalam pemilu. Artinya masyarakat harus diberi kesadaran bahwa uang tidak boleh menjadi alat membeli suara mereka,” ujar Bonie.

Menurutnya, keberadaan sosial media, layaknya jejaring sosial Twitter dan Facebook dapat menjadi sarana pencerdasan yang efektif bagi masyarakat, di samping keberadaan media-media online lain

 

Penulis : Herwan Pebriansyah