SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha, penghargaan tertinggi dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), atas komitmen dan dedikasinya dalam memajukan pendidikan di Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. dalam audiensi bersama Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (8/8/2026).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha dari Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Khofifah mengatakan, penghargaan tersebut menjadi apresiasi sekaligus pemacu semangat bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan merata.

“Syukur Alhamdulillah, terima kasih kepada Pengurus Besar PGRI atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan ini adalah apresiasi sekaligus pelecut semangat dan komitmen Pemprov Jatim untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata,” ujar Khofifah.

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil dari berbagai capaian ekosistem pendidikan di Jawa Timur, mulai dari siswa, guru, kepala sekolah, orang tua, hingga institusi pendidikan dan Dinas Pendidikan.

Khofifah menegaskan, pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memutus mata rantai kemiskinan.

“Pendidikan adalah kunci untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas dan generasi emas, meningkatkan taraf hidup dan memutus mata rantai kemiskinan. Semua dari pendidikan,” tegasnya.

Tujuh Tahun Jatim Terbanyak Lolos PTN

Khofifah menyampaikan, salah satu indikator keberhasilan pendidikan Jawa Timur terlihat dari jumlah siswa asal Jatim yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) secara nasional.

Jawa Timur tercatat menjadi provinsi dengan jumlah murid terbanyak yang diterima di PTN selama tujuh tahun berturut-turut, baik melalui jalur tanpa tes maupun jalur tes, sejak 2019 hingga 2026.

Selain itu, Jawa Timur kembali meraih Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah tingkat nasional 2026. Capaian tersebut menjadi gelar juara umum keempat secara berturut-turut sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu barometer pendidikan vokasi nasional.

Prestasi pelajar Jawa Timur juga tercermin dari capaian 45.839 medali yang tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Pusat Prestasi Nasional per 12 Mei 2026.

Raihan tersebut berasal dari berbagai kompetisi di bidang seni dan budaya, riset dan inovasi, olahraga, serta bidang lainnya pada jenjang SD, SMP, SMA, SMK hingga pendidikan khusus.

“Capaian-capaian ini menjadi bukti nyata kualitas unggul pendidikan Jatim serta ekosistem pendidikan yang tumbuh sehat, kolaboratif, kompetitif, dan berkarakter,” katanya.

Perluas Akses Pendidikan

Selain meningkatkan kualitas, Pemprov Jatim juga terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Pada 2026, Pemprov Jatim menyediakan program beasiswa dan keringanan biaya pendidikan dengan total kuota lebih dari 143 ribu penerima.

Program tersebut terdiri atas 81.131 kuota beasiswa dan potongan biaya pendidikan bagi calon murid SMA/SMK swasta serta 62.000 kuota beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta se-Jawa Timur.

“Karena pendidikan berkualitas adalah hak bagi seluruh masyarakat, semua berhak mendapatkan akses yang sama,” terang Khofifah.

Di sisi lain, Khofifah juga terus mendorong penyelesaian persoalan Tunjangan Profesi Guru (TPG). Menurutnya, kesejahteraan guru menjadi bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan.

“TPG ini menjadi tugas kita bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan harapan segera kita mencarikan solusi terbaik agar bisa diberikan kepada guru-guru,” jelasnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berdialog dengan Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi dalam audiensi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

PB PGRI: Khofifah Penuhi Kriteria Penghargaan

Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi mengatakan, Dwija Praja Nugraha diberikan kepada kepala daerah yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan pendidikan dan kesejahteraan guru.

Menurutnya, proses pemberian penghargaan tersebut memiliki kriteria yang ketat, khususnya bagi gubernur.

“Dwija Praja Nugraha itu adalah penghargaan tertinggi kami kepada gubernur, bupati, wali kota. Dalam hal ini gubernur biasanya sangat-sangat sedikit karena kriterianya sangat berat,” kata Unifah.

Ia menilai Jawa Timur di bawah kepemimpinan Khofifah menunjukkan dukungan nyata terhadap pendidikan, baik melalui kebijakan maupun dukungan anggaran.

PGRI juga melihat adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, organisasi guru, dunia usaha, dan dunia kerja dalam pengembangan pendidikan di Jawa Timur.

“Kami menganggap bahwa Jawa Timur dipimpin Ibu Khofifah punya komitmen yang sangat kuat. Kami melihat bahwa guru adalah salah satu pilar yang sangat penting untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu,” jelasnya.

Unifah menambahkan, Jawa Timur juga terpilih dalam program Go Public! Fund Education oleh Education International sebagai bagian dari kampanye penguatan investasi dan pendanaan pendidikan publik.

Menurutnya, berbagai kebijakan dan capaian pendidikan Jawa Timur menjadi salah satu alasan daerah tersebut mendapat perhatian dalam forum pendidikan internasional.

“Di dunia internasional Ibu Khofifah sudah sangat dikenal,” pungkasnya.