KANALNEWS.co -Jakarta, Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Neddy Rafinaldi Halim menyatakan, pengelolaan ala ritel modern dengan nama UKM Mart terbukti mampu mendongkrak daya saing toko koperasi dari sisi omzet, kuantitas dan kualitas barang, hingga tingkat kepercayaan dan citra toko koperasi semakin tinggi.
“Ini terbukti di sejumlah toko koperasi yang telah menggunakan manajemen UKM Mart,” kata Neddy di, Jakarta, Rabu (15/1/2013).
Neddy mencontohkan, salah satu UKM Mart Kartika Dara Jingga di lingkungan RS Bratanata TNI AD Kota Jambi sejak dibantu penataan dan pengelolaannya ala ritel modern oleh Kementerian Koperasi dan UKM mengalami perbaikan yang signifikan.
Menurutnya, sejak 2012 ketika menjadi UKM Mart, toko koperasi itu telah mengalami peningkatan dalam jumlah barang hingga dua kali lipat yakni dari 500 jenis barang menjadi 1.000 jenis barang.
“Jam buka toko menjadi 24 jam dan dalam enam bulan dana hibah Rp65 juta untuk penataan toko sudah menjadi tambahan modal kerja untuk pengembangan usaha koperasi,” katanya.
Fakta itu mendorong kementeriannya untuk mengembangkan penataan toko koperasi dengan lebih baik agar kepercayaan dan citra terhadap toko koperasi meningkat.
Kementeriannya bahkan berencana akan mengembangkan 260 toko ritel modern yang dikelola koperasi ‘UKM Mart’ di berbagai titik potensial yang tersebar di Indonesia mulai awal tahun ini.
“Pada 2013 kami akan mengembangkan 260 UKM Mart di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Pihaknya mengembangkan program berkelanjutan penataan toko ritel koperasi dalam kemasan ritel modern yang diberi nama UKM Mart dengan tag line Koperasi Kita.
Dia mengatakan, hal itu sebagai respon sekaligus upaya sistematis dalam menanggapi fenomena dan permasalahan bisnis ritel di tanah air.
“Kita menyadari mayoritas toko ritel milik koperasi dalam kondisi yang serba terbatas baik dari luasan toko, sisi varian barang dagangan, manajemen usaha, kompetensi SDM, hingga kapasitas kelembagaannya,” katanya.
Hingga 2012, pihaknya telah menata 18 toko ritel koperasi UKM Mart yang terdiri dari 84 toko ritel koperasi pada 2011.
Berlanjut pada 2012 penataan dilakukan untuk 24 toko ritel koperasi.
“Dari sejumlah toko ritel koperasi yang telah ditata menjadi toko ritel modern, menunjukkan adanya perkembangan yang cukup signifikan,” katanya.
Hal itu diindikasikan dengan adanya jumlah pelanggan pertoko koperasi yang semula rata-rata 50 pelanggan perhari menjadi 200 pelanggan rata-rata perhari.
Dengan meningkatnya jumlah pelanggan otomatis omzet meningkat dari Rp1 juta-Rp2,5 juta perhari menjadi Rp5 juta-Rp7 juta perhari.
Sementara jumlah item barang yang dijual semula hanya 1.000 item meningkat menjadi 2.500 item barang.
“Koperasi juga semakin mampu menyerap tenaga kerja tambahan sebagai pengelola toko, rata-rata dua orang perkoperasi,” demikian Neddy.
Penulis : Dara Lidya
Editor : Herwan Pebriansyah










































