KANALNEWS.co, Palangakaraya – Jambore Pemuda Indonesia 2016 yang berlangsung mulai 26 Oktober lalu secara resmi ditutup oleh Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyadi Adnan pada Minggu malam.

Penutupan diresmikan dengan penyalaan api unggun oleh peserta dan seluruh rangkaian kegiatan JPI dinyatakan selesai setelah pentas seni dan budaya yang ditampilkan oleh peserta yang berasal dari 34 provinsi di seluruh Indonesia usai digelar.

“Kami berharap seluruh peserta dapat memetik pengalaman dan ilmu yang berharga dari setiap kegiatan yang sudah dilakukan selama JPI berlangsung yang bisa diterapkan saat peserta kembali di daeraha masing-masing,” Mulyadi dalam sambutannya di Palangkaraya, Minggu (30/10) malam.

Mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga Mulyadi yang menjadi penanggungjawab dalam kepanitiaan nasional JPI 2016 mengaku puas dengan semangat dan partisipasi aktif seluruh peserta dalam kegiatan jambore yang berlangsung selama 5 hari.

“Kami sangat senang peserta aktif dan bersemangat dalam mengikuti semua rangkaian acara yang sudah ditetapkan oleh panitia. Dan tinggal bersama di dalam tenda-tenda yang di bangun di lokasi perkemahan yang ada di kawasan Stadion Olahraga Sanaman Mantikei,” kata Mulyadi lebih lanjut.

Selain memberikan pembekalan untuk menambah wawasan kebangsaan kepada peserta JPI dalam acara Dialog Nasional dengan Menpora serta Pawai Budaya Pemuda Nusantara, juga dilakukan berbagai kegiatan yang memfasilitasi kreativitas pemuda seperti Pameran Produk Unggulan Daerah, Senam Kreasi Daerah, Workshop dan Pagelaran Seni dan Budaya Daerah.

Kegiatan unggulan lainnya dalam JPI adalah penyatuan tanah dan air yang dibawa oleh seluruh peserta dari nusantara yang ditanam di Tugu Soekarno di jantung kota Palangkaraya. Kegiatan ini  menjadi simbol penyatuan tubuh serta identitas dan jati diri sebagai bangsa Indonesia, sementara untuk mengasah kepekaan dan kepedulian peserta JPI terhadap sesama, Panitia juga melakukan kegiatan Wisata Susur Sungai Kahayan dan Museum Balanga untuk memahami kultur, adat istiadat serta sejarah peradaban masyarakat Dayak, dan kunjungan ke pusat rehabilitasi Orang Utan yang ada di Kalimantan Tengah.

Pelaksanaan JPI 2016 ini terselenggara dengan baik dan lancar berkat dukungan penuh Gubernur Kalimantan Tengah, serta kerja keras dan kerjasama antara Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Kota Palangka Raya, TNI, Polri   pihak terkait lainnya. (Herwan)