Foto Google

Kanalnews.co, JAKARTA – Rencana kedatangan Joko Widodo (Jokowi) ke Banten mendadak diwarnai penolakan. Sejumlah spanduk bernada keras terhadap mantan Presiden RI itu bermunculan di sejumlah ruas jalan Kabupaten Tangerang.

Spanduk tersebut terpasang di Jalan Raya Pemda Tigaraksa, tepat di depan gerbang Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, serta di kawasan Jalan Raya Serang, Kecamatan Cikupa.

Dalam spanduk itu terpampang foto Jokowi yang diberi simbol larangan. Salah satu tulisan yang mencolok berbunyi, “Banten menolak safari politik Jokowi yang berkedok safari budaya.”

Sejumlah nama kelompok juga tercantum dalam spanduk tersebut, antara lain Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) Banten, Forum Purnawirawan Prajurit (FPP) TNI, Koalisi Rakyat Banten, hingga Tim Pemburu Ijazah Palsu.

Kemunculan spanduk itu pun mendapat respons dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Banten. Sekretaris DPW PSI Banten, Andreas Arie, memilih tidak memperbesar polemik dan menganggap aksi tersebut sebagai bagian dari dinamika politik.

“Kalau dari kami sebenarnya ya ini hal yang wajar saja sih. Biasalah dalam dinamika politik ya ada aksi-aksi seperti ini. Kita menghargai kebebasan berpendapat, menghargai pendapat atau pandangan dari sekelompok masyarakat,” ujar Andreas.

Andreas juga membenarkan adanya rencana kunjungan Jokowi ke Banten. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti kapan kunjungan tersebut akan dilaksanakan.

Ia sekaligus menepis anggapan agenda Jokowi berkaitan dengan safari politik menuju Pemilu 2029. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari safari budaya untuk mengunjungi sekaligus memberikan penghormatan terhadap budaya di berbagai daerah.

“Jadi memang Safari Budaya ini kan salah satu bentuk penghargaan atau salah satu bentuk penghormatan kunjungan tersebut. Kita akan mengapresiasi di tiap daerah itu ada budaya-budaya yang ada,” jelasnya.

Soal siapa dalang di balik pemasangan spanduk penolakan tersebut, PSI memilih tidak berspekulasi. Andreas mengatakan pihaknya tidak ingin ikut memperkeruh suasana dengan menuding kelompok tertentu.

Alih-alih melakukan perlawanan, PSI justru meminta seluruh kader dan simpatisannya tetap tenang menghadapi gelombang penolakan tersebut.

“Kami tidak bisa menduga seperti apa yang disampaikan tadi. Tapi bagi kami, kami pun juga di internal telah meminta kepada seluruh kader, simpatisan, pengurus untuk tetap tenang dan tidak terpancing menghadapi spanduk-spanduk penolakan ini,” tegas Andreas. (pht)