Kanalnews.co, JAKARTA– Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta, ternyata belum menjadi perjumpaan terakhir.
PDIP kini membuka peluang pertemuan berikutnya, bahkan tanggal 17 Oktober 2026 mulai disebut sebagai momen yang diharapkan menjadi ajang pertemuan kedua tokoh tersebut.
Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengungkapkan pertemuan lanjutan Prabowo dan Megawati tengah diupayakan. Tanggal 17 Oktober dinilai menjadi momentum yang tepat karena bertepatan dengan ulang tahun ke-75 Prabowo.
“Mudah-mudahan pertemuan lanjutan itu bisa di tanggal 17 Oktober ketika Bapak Presiden kita ulang tahun,” ujar Said di Kompleks Parlemen, Selasa (29/9/2026).
Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Prabowo menyambangi kediaman Megawati di Teuku Umar, Senin (28/9). Kunjungan itu dilakukan Prabowo untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Said menyebut pertemuan berlangsung sekitar 40 menit. Waktu tersebut relatif singkat karena Prabowo harus melanjutkan agenda kenegaraan lainnya.
Meski berlangsung di tengah sorotan politik, Said menegaskan pertemuan tersebut tidak membahas agenda politik. Menurut dia, Prabowo datang dalam kapasitas personal untuk menyampaikan duka cita kepada Megawati.
“Tidak ada bicara soal politik sama sekali, dipastikan,” tegas Said.
Said juga membantah adanya pembahasan mengenai RUU Pemilu dalam pertemuan tersebut. Ia mengatakan isu legislasi tersebut merupakan ranah DPR dan dibicarakan melalui mekanisme antarfraksi maupun partai politik di parlemen.
Dengan demikian, agenda pertemuan lanjutan Prabowo dan Megawati belum memiliki topik pembicaraan yang diumumkan secara resmi. Said hanya berharap Megawati dapat hadir dalam momentum ulang tahun Prabowo pada 17 Oktober.
Dalam pertemuan sebelumnya, Said juga menyampaikan Megawati mendoakan Prabowo dapat menjalankan masa pemerintahannya hingga selesai selama lima tahun.
Menurut Said, hal tersebut berkaitan dengan pentingnya menjaga tradisi pergantian dan masa pemerintahan sesuai ketentuan konstitusi.
“Tradisi ketaatan terhadap konstitusi bahwa pemerintahan itu kalau memang dipilih lima tahun ya kita lima tahun jaga,” kata Said.
Pertemuan 28 September itu sendiri dihadiri sejumlah elite dari kedua kubu. Prabowo datang bersama Sufmi Dasco Ahmad, Prasetyo Hadi, dan Teddy Indra Wijaya. Sementara Megawati didampingi Puan Maharani dan Said Abdullah.
Selain rencana pertemuan pada 17 Oktober, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya juga menyebut ada agenda lain yang belum terlaksana dalam pertemuan pertama: makan nasi goreng bersama.
Dasco mengatakan waktu pertemuan sebelumnya tidak bertepatan dengan jam makan malam sehingga rencana tersebut belum terlaksana. Pertemuan berikutnya pun disebut akan diatur kembali. (ads)





































