
Kanalnews.co, BANGKOK – Mental baja Persib Bandung kembali menjadi sorotan. Tertinggal lebih dulu, skuad Pangeran Biru mengamuk pada menit-menit akhir dan mempermalukan Port FC dengan skor 3-1 dalam lanjutan ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup 2026.
Bermain di Thammasat Stadium, Pathum Thani, Thailand, Kamis (8/10), Persib sempat berada dalam posisi sulit setelah kebobolan pada babak pertama.
Namun, situasi tersebut tidak membuat anak asuh Igor Tolic kehilangan kendali permainan.
Drama justru terjadi menjelang pertandingan berakhir. Persib yang kesulitan membongkar pertahanan tuan rumah akhirnya menemukan momentum untuk membalikkan keadaan.
Mariano Peralta menjadi pemantik kebangkitan setelah mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-87. Gol tersebut membuat kepercayaan diri Persib meningkat sekaligus mengubah tekanan menjadi keuntungan bagi tim tamu.
Ketika Port FC diperkirakan mampu mengamankan hasil imbang, Persib justru melancarkan dua pukulan telak pada masa injury time.
Berguinho dan Luka Menalo bergantian mencatatkan nama di papan skor untuk memastikan kemenangan 3-1 bagi Maung Bandung.
Hasil ini sekaligus mengantarkan Persib meraih kemenangan perdana di ACC Shopee Cup 2026. Lebih dari sekadar tambahan tiga poin, kemenangan tersebut memperlihatkan kemampuan tim untuk bertahan dalam tekanan hingga kesempatan membalikkan keadaan datang.
Pelatih Persib Igor Tolic menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kecerdasan para pemain dalam membaca situasi pertandingan. Menurut pelatih asal Kroasia itu, anak asuhnya mampu beradaptasi dan menjalankan perubahan strategi ketika menghadapi situasi yang tidak mudah.
“Selamat untuk para pemain. Hal seperti ini mungkin terjadi ketika Anda memiliki kelompok pemain yang sangat cerdas di lapangan. Mereka bisa beradaptasi dan mengubah sistem di tengah pertandingan,” ujar Tolic dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Tolic juga menepis anggapan bahwa Persib tampil buruk pada paruh pertama. Ia menilai lini pertahanan timnya tetap mampu bekerja dengan baik meskipun Port FC sempat menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Perubahan pendekatan pada babak kedua menjadi salah satu faktor penting di balik kebangkitan Persib. Tolic melihat terbukanya ruang permainan sebagai peluang untuk memaksimalkan serangan balik.
“Mereka (Port FC) memiliki beberapa peluang di babak pertama, tetapi kami bertahan dengan baik. Di babak kedua, ruang permainan lebih terbuka dan kami memiliki solusi serangan balik yang luar biasa untuk menempatkan pemain di posisi yang tepat. Saya pikir kami layak mendapatkan kemenangan ini,” jelasnya.
Kemenangan dramatis ini menjadi bukti bahwa Persib tidak hanya mengandalkan kualitas individu. Kemampuan membaca permainan, beradaptasi dengan perubahan situasi, dan menjaga konsentrasi hingga peluit akhir menjadi modal penting bagi Pangeran Biru dalam persaingan di level Asia Tenggara.
Kini, perhatian tertuju pada konsistensi Persib setelah sukses mencuri kemenangan di markas Port FC. Jika mental comeback seperti ini terus terjaga, Persib berpeluang menjadi lawan yang semakin sulit ditaklukkan. (ads)



































