Foto YouTube SetPres

Kanalnews.co, JAKARTA –  Kabar baru datang dari Polri. Kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan menangani tindak kriminal, tetapi kini juga bersiap turun tangan membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memperkenalkan program bernama Poliran (Polisi Peduli Pengangguran). Melalui program ini, polisi akan ikut bergerak mencari, melatih, hingga menyalurkan warga yang belum memiliki pekerjaan ke sejumlah perusahaan.

Program tersebut disiapkan bukan tanpa alasan. Kapolri menilai tingginya angka pengangguran berpotensi memicu berbagai persoalan sosial, termasuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kita ada kegiatan namanya Poliran, Polisi Peduli Pengangguran. Kenapa kita memiliki kepedulian terhadap pengangguran, karena pengangguran ini berpotensi menimbulkan terjadinya gangguan kamtibmas,” ujar Suyudi.

Pernyataan itu disampaikan setelah dirinya menerima kunjungan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto di Mabes Polri, Jumat (30/10/2026).

Dalam pelaksanaannya, Polri akan mengerahkan Bhabinkamtibmas untuk mendata sekaligus merekrut masyarakat yang belum mempunyai pekerjaan. Mereka nantinya akan dibantu para pendamping desa agar program tersebut menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah.

Namun, perekrutan bukan menjadi satu-satunya langkah. Warga yang terpilih juga akan mendapatkan pelatihan keterampilan sebelum dipertemukan dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

“Kita akan mengaktifkan masyarakat yang pengangguran, polanya adalah dengan merekrut melalui Bhabinkamtibmas kita, mungkin nanti dibantu oleh para pendamping desa,” jelasnya.

Suyudi mengungkapkan, Polri akan menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan untuk memberikan pelatihan. Setelah dinyatakan siap, para peserta akan disalurkan ke perusahaan melalui kerja sama resmi yang diikat dengan nota kesepahaman (MoU) maupun perjanjian kerja sama (PKS).

Tak hanya itu, Kapolri juga berencana berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di berbagai provinsi.

Ada satu kelompok masyarakat yang secara khusus menjadi perhatian dalam program ini, yakni mantan pecandu narkoba yang telah menjalani rehabilitasi, tetapi masih kesulitan memperoleh pekerjaan.

Untuk menjangkau kelompok tersebut, Polri akan melibatkan Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan.

Menurut Suyudi, pembekalan keterampilan, terutama soft skill, diharapkan bisa membantu mereka kembali menjalani kehidupan produktif dan memperoleh kesempatan kerja.

“Harapannya bagaimana masyarakat kita yang pengangguran, termasuk yang berkebutuhan karena pascarehabilitasi belum mendapat pekerjaan, ini bisa dipekerjakan sehingga bisa produktif, sehingga angka kriminalitas bisa menurun, situasi kamtibmas bisa kondusif. Itu semangatnya,” tegasnya.

Melalui Poliran, Polri berharap persoalan pengangguran tidak terus berkembang menjadi masalah sosial yang berujung pada tindak kriminalitas. (ads)