Kanalnews.co, JAKARTA– Peredaran narkoba di Indonesia semakin marak. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun menyerukan perang terhadap obat terlarang tersebut.

Kasus narkoba di Indonesia seakan tidak pernah berhenti. Hal tersebut terlihat dari hasil pengungkapan penyelundupan narkoba belakangan ini.

“Kami semua sangat prihatin, di tengah situasi pandemi Covid-10 di mana kami sedang sibuk untuk menekan laju pertumbuhan Covid. Ternyata peredaran narkoba juga sangat tinggi,” kata Listyo dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/6/2021).

Listyo berkaca pada hasil tangkapan polisi dalam tiga bulan terakhir yang diperkirakan dapat mencapai lebih dari 5 ton. Dia menyebut bulan ini misalnya sudah ada sekitar 3,6 ton narkoba yang diungkap.

Lalu, pada April lalu polisi juga mengungkap sekitar 2,5 ton peredaran narkoba yang melibatkan jaringan internasional.

“Indonesia menjadi negara dengan jumlah konsumen sangat besar, terbukti dengan beredarnya narkoba dalam kurun waktu yang tidak lama,” katanya.

Dengan maraknya kasus narkoba tersebut, jenderal bintang empat itu khawatir akan merusak generasi muda di masa depan. Oleh karena itu dia menyuarakan peperangan terhadap narkoba di semua wilayah Indonesia.

“Kami serukan, kita terus berperang terhadap narkoba,” tukas dia.

Polda Metro Jaya sebelumnya baru saja mengungkap jaringan Timur Tengah yang menjadi pemasok sabu seberat 1,1 ton di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Tujuh tersangka diringkus polisi dari empat TKP yang berbeda. Listyo menjelaskan bahwa jaringan ini turut melibatkan narapidana di Lapas yang juga merupakan seorang warga negara asing (WNA) asal Nigeria.

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 115 ayat (2) lebih subsider Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.