Foto istimewa

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi gempa megathrust terjadi di Indonesia kian meresahkan masyarakat. Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan meminta Pemerintah melakukan mitigasi dan antisipasi.

“Indonesia memang salah satu negara yang rawan bencana alam, sehingga kita perlu melakukan mitigasi lebih awal agar masyarakat lebih waspada dan memahami cara penanggulangannya. Kita harus siap menghadapi segala kemungkinan dan memastikan bahwa masyarakat kita terlindungi,” kata Daniel dalam keterangan tertulisnya.

Untuk itu, pemerintah harus memberikan perhatian khusus. Masyarakat wajib diberikan edukasi dan sosialisasi.

Belajar dari kejadian bencana Tsunami Aceh tahun 2004 silam, pemerintah harus bisa melakukan mitigasi komprehensif.

“Jangan sampai informasi awal yang disampaikan BMKG hanya dianggap angin lalu dan kita tidak melakukan persiapan. Apalagi banyak masyarakat yang khawatir karena informasi ini!” tuturnya.

“Meskipun ini bukan peringatan bahwa gempa megathrust akan terjadi dalam waktu dekat, namun masyarakat perlu diberikan edukasi dan sosialisasi sedini mungkin,” kata Daniel.

“Terutama Pemerintah agar memberikan penjelasan secara mendetail kepada masyarakat tentang potensi gempa megathrust ini agar tidak terjadi simpang siur informasi yang akan membuat masyarakat lebih resah,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan BMKG, ada 13 zona megathrust mulai dari megathrust Aceh-Andaman di barat Indonesia hingga zona megathrust Papua di utara Papua. Selain itu, kemungkinan gempa juga terjadi di megathrust Mentawai-Siberut.

Kekuatan gempa megathrust itu diprediksi lebih tinggi dibanding gempa yang melanda Aceh 2004 silam. Oleh karena itu, Daniel mendesak pemerintah melakukan mitigasi, persiapan dari sisi infastruktur hingga cara evakuasi bencana juga dinilai sangat penting.

“Kita tidak ingin karena kurangnya persiapan nantinya akan merugikan masyarakat,” kata Daniel.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Fokusnya, agar pemerintah bisa melakukan simulasi evakuasi bencana kepada masyarakat.

“Masyarakat tidak perlu merasa takut, karena ini sifatnya adalah informasi terhadap potensi. Karena tidak ada yang benar-benar tahu kapan gempa akan terjadi. Jadi tetap beraktivitas seperti biasa saja namun harus selalu waspada,” imbaunya.

“Kecepatan dan akurasi dalam penyampaian informasi sangat penting agar masyarakat dapat segera mengambil langkah-langkah penyelamatan diri,” ucap Daniel.

“Pemerintah perlu memperbanyak simulasi evakuasi dan memberikan informasi secara berkala terkait gempa megathrust ini. Sehingga masyarakat bisa merasa lebih aman dalam melakukan aktivitas sehari-hari,” katanya.

Daniel juga meminta pemerintah melakukan komunikasi lebih intens dengan BMKG, BNPB, Kementerian PUPR, serta pemerintah daerah.

“Ketersediaan logistik darurat, seperti makanan, air bersih, obat-obatan, dan tempat penampungan sementara harus dipastikan cukup dan dapat didistribusikan dengan cepat ke daerah yang mungkin saja terdampak,” ujar Daniel. (ads)