Kanalnews.co, BOJONEGORO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi XI, Farida Hidayati menggelar Reses sekaligus silaturahmi bersama Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Bojonegoro.

Dalam kesempatan ini, Farida Hidayati bersama ketua DPD LDII Bojonegoro juga turut membuka pelatihan digital marketing dan menjahit, yang digelar oleh Kementrian Tenaga Kerja. Sekaligus memberikan secara simbolis hibah 20 mesin jahit dan 2 laptop dari Fraksi PKB Bojonegoro.

Selanjutnya Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik (DPR RI), Farida Hidayati, menyampaikan bagaimanapun tantangan saat ini karena kondisi pandemi Covid-19 yang sangat luar biasa berpengaruh bagi perekonomian. Namun kami sangat mengapresiasi para peserta pelatihan yang masih muda belia.

“Tantangan yang kita hadapi saat ini berupa pandemi Covid-19, yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian,” ujar Farida Hidayati DPR RI Dapil X itu.

Lebih lanjut Dia mengatakan, saat ini usaha online prospeknya sangat besar sekali, terlebih di sosial media ada beberapa toko online dalam hitungan detik sudah habis terjual.

Ia juga sangat berharap, melalui pelatihan bisnis online bahkan menjahit ini nantinya para peserta ini mampu memiliki strategi luar biasa untuk meningkatkan penjualannya.

“Harapan kami melalui pelatihan ini, para peserta memiliki strategi luar biasa untuk ikon yang dimiliki. Bahkan bisa berkelanjutan,” ungkap Politisi Muda Dari PKB itu.

Sementara itu Ketua DPD LDII Bojonegoro, Saptoto Priyo Raharjo, menyampaikan dana hibah yang diberikan untuk DPD LDII dari fraksi PKB melalui Ibu farida hidayati ini sebanyak 70 juta rupiah dan dilaksanakan hari ini. Tidak hanya nominal tetapi ada aksi nyata yakni melaksanakan kegiatan.

“Tidak hanya berupa nominal saja namun berapa aksi nyata terkait dana hibah yang diberikan fraksi PKB untuk DPD LDII,” ungkap Ketua DPD LDII Bojonegoro, Saptoto Priyo Raharjo.

Pihaknya juga menyampaikan, pelatihan yang kami laksanakan ada dua berupa digital marketing dan menjahit. Dimana 30 peserta pelatihan menjahit akan mendapatkan mesin jahit, dan pelatihan marketing mendapatkan 2 laptop sebagai penunjang pelatihan.

“Di samping mendapatkan pelatihan para peserta juga dapat membawa pulang mesin jahit,” jelasnya.

Pihaknya juga berharap, kedepannya nanti tidak hanya berhenti sampai pelatihan ini saja, namun terus berkelanjutan.

“Harapan kami terus berkelanjutan, karena sifatnya ini hibah maka mesin jahit ini dipergunakan sebaik mungkin sebagai hak pakai bukan untuk dijual kembali,” tutupnya. (swt)