
Kanalnews.co, JAKARTA – Anggota TNI disebut akan menempati posisi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF) di Gaza, sebuah struktur keamanan yang dibentuk di bawah inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Penunjukan ini memicu perhatian publik, termasuk terkait standar dan kriteria prajurit yang akan mengisi jabatan strategis tersebut.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menegaskan, prajurit TNI yang dipilih harus memiliki rekam jejak kuat, khususnya dalam operasi multinasional. Selain itu, kemampuan diplomasi militer dinilai krusial, mengingat posisi tersebut menuntut koordinasi intensif dengan berbagai negara. Integritas pribadi dan kapasitas kepemimpinan juga menjadi faktor utama.
“Yang dibutuhkan bukan hanya perwira berpangkat tinggi, tetapi sosok yang mampu memimpin, menjalin kerja sama lintas negara, dan menjaga kredibilitas Indonesia di forum internasional,” ujar Dave, Minggu (22/2/2026).
Komisi I DPR menilai penugasan ini bukan sekadar kehormatan simbolis, melainkan amanah besar yang mencerminkan tingkat kepercayaan dunia terhadap profesionalisme TNI. Posisi Wakil Komandan ISF dianggap memiliki peran strategis dalam menentukan arah operasi stabilisasi di wilayah konflik tersebut.
Dave menambahkan, DPR akan mengawal proses penugasan agar prajurit yang dipilih benar-benar memenuhi standar internasional. Hal ini penting agar Indonesia tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam misi stabilisasi global.
“Penempatan ini menjadi bukti bahwa TNI dipandang sebagai kekuatan profesional yang mampu mengambil peran penting dalam menjaga stabilitas dunia,” katanya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan hingga kini belum ada nama yang ditetapkan untuk mengisi posisi Wakil Komandan ISF dari Indonesia. Ia menegaskan, proses penunjukan masih akan dibahas lebih lanjut oleh pihak TNI.
“Nanti akan didiskusikan dulu. Itu nanti dari TNI yang pilih,” ujar Sugiono, Sabtu (21/2).
Sugiono juga mengungkapkan struktur ISF akan memiliki satu komandan utama dan tiga wakil komandan. Posisi komandan utama dipegang oleh Amerika Serikat, sementara Indonesia mendapat jatah Wakil Komandan bidang operasi karena kontribusi pasukannya yang besar, yakni sekitar 8.000 personel.
Dengan jumlah pasukan tersebut, Indonesia menjadi salah satu kontributor terbesar dalam ISF. Hal ini memperkuat posisi Indonesia untuk terlibat langsung dalam pengambilan keputusan operasional di lapangan, sekaligus menandai peran strategis TNI dalam misi stabilisasi internasional di Gaza. (ads)

































