Foto tangkapan layar

Kanalnews.co, JAKARTA– Komisi IV DPR RI menjadwalkan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian Kehutanan untuk mengupas tuntas rangkaian banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara. Agenda tersebut akan digelar Kamis pekan depan, dengan fokus pada sejumlah kejanggalan yang mencuat di lapangan.

“Hari Kamis akan ada RDP soal banjir ini dengan Kemenhut,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR, Panggah Susanto, saat dihubungi, Minggu (29/11/2025).

Salah satu isu yang akan dibahas dan kini ramai dibicarakan publik adalah soal kayuan gelondongan misterius yang terlihat hanyut dalam derasnya arus banjir. Video yang beredar memperlihatkan batang-batang besar terbawa air, diduga berasal dari wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Fenomena ini memantik dugaan warganet bahwa bencana yang terjadi tak bisa dilepaskan dari aktivitas deforestasi di Sumatera.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Kementerian Kehutanan menyatakan telah melakukan penelusuran awal. Dirjen Gakkum Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, mengungkapkan kayu-kayu itu diduga berasal dari pemegang hak atas tanah (PHAT) di kawasan area penggunaan lain (APL).

“Dari deteksi awal, kayu itu berasal dari PHAT di APL. Kayu alami dari kawasan ini tetap harus mengikuti regulasi kehutanan melalui SIPPUH,” ujar Dwi, dikutip dari Antara, Sabtu (29/11/2025).

Menurut Dwi, batang-batang yang terlihat kemungkinan merupakan kayu tebangan lama yang sudah lapuk dan kemudian hanyut saat banjir meluap. Namun ia menegaskan, tim Gakkum akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, terlebih banjir masih berlangsung.

Dwi juga mengakui Gakkum Kemenhut selama ini kerap menemukan pola ilegal logging berkedok PHAT, termasuk di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tiga daerah yang kini dihajar banjir dan longsor. (ads)