
Kanalnews.co, JAKARTA– Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi membeberkan penyebab harga beras naik. Ia menargetkan harga beras akan turun pada Maret 2024 mendatang.
Salah satu penyebab harga beras naik lantaran kenaikan harga gabah kering panen (GKP) yang mencapai Rp8.000 per kg. Harga beras, pada umumnya dua kali lipat harga GKP.
“Kalau harga gabahnya Rp8.000 maka jangan heran harga berasnya Rp16 ribu. Kalau mau harga berasnya Rp14 ribu maka harga gabahnya kurang lebih Rp7.000,” katanya di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (27/2).
“Kalau teman-teman melihat harga beras Rp11 ribu atau Rp10 ribu, ya harga gabahnya Rp4.000 sampai Rp5.000,” katanya.
Naiknya harga GKP, disebabkan karena kurangnya produksi. Ketika produksi di bawah 2,5 juta ton setara beras dalam sebulan, maka akan menimbulkan rebutan gabah di tingkat petani.
Arief juga menyebut penyebab naiknya harga beras karena kenaikan sewa lahan dan kenaikan harga pupuk.
Melihat kondisi saat ini, Arief menargetkan harga beras akan turun pada Maret. Dengan turunnya harga gabah di sekitar Rp6.500 – Rp7.00 per kg saat panen raya mulai di Maret, harga beras akan kembali normal.
“Maret ini panennya akan 3,5 juta ton. Itu prediksi dari teman-teman BPS. Kemudian, minggu-minggu ini panen lokal sudah dimulai sehingga harga gabah ini akan berangsur turun dari sebelumnya di angka Rp8.600-Rp8.7000, akan turun jadi Rp8.000, dan akan turun lagi menjadi sekitar Rp6.500,” katanya. (ads)



































