
Kanalnews.co, JAKARTA– Rencana Pemkot Jakarta Pusat melarang delman beroperasi di kawasan wisata Monumen Nasional (Monas) menuai kontroversi. Fraksi PDI DPRD DKI Jakarta tidak sepakat!
Pemkot Jakarta Pusat sebelumnya akan melarang delman beroperasi di kawasan wisata Monumen Nasional (Monas). Plt Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Iqbal mengatakan bakal membentuk gugus tugas merealisasikan kebijakan tersebut.
Sekretaris Fraksi Rio Sambodo menilai delman merupakan daya tarik wisatawan. Tak perlu dihapuskan, delman hanya perlu diatur dan dibina.
“Delman di Monas sejatinya menjadi bagian dari ikon Jakarta. Karena, delman yang di Monas sudah dihias dan menjadi salah satu daya tarik kebudayaan, dan pariwisata yang terintegrasi dengan kawasan wisata Monas,” katanya.
“Memang, perlu ada pembinaan baik tentang jam operasi, penjagaan keberhasilan, area operasi, dan lainnya. Serta pengelolaan dan pendataan yang akurat berapa jumlah delman ikonik yang boleh beroperasi,” katanya.
Menurutnya ada banyak cara mengatur delman di Monas seperti jam operasional misalnya. Ia juga meminta Pemkot Jakpus tak melihat delman sekadar alat transportasi, tetapi budaya.
“Misal. Mereka mayoritas beroperasi optimal di weekend. Nah, saat weekend bisa saja dilakukan pengelolaan pembatasan jumlah atau semacam bergiliran,” katanya.
“Weekend itu populasi pengguna yang paling banyak dan kepadatannya lalu lalang hari kerjanya yang paling rendah. Nah kan ketemu tuh antara situasi obyektif dengan kebutuhan para penggiat delman,” tegasnya.



































